MUI Kota Bandung Imbau Warga Salat Idul Fitri di Rumah Saja

oleh -
KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, Miftah Faridl. (Humas Bandung)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Pemkot Bandung meminta masyarakat yang melakukan mudik dari wilayah Bandung Raya ke Kota Bandung, langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal demikian, guna mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19). (Baca Juga: MUI Jabar Paparkan Panduan Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi COVID-19)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung pun mengimbau seluruh umat muslim untuk menjalankan salat Idul Fitri di rumah saja. Hal itu mengingat Covid-19 masih mewabah di Kota Bandung.

Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl mengajak kepada umat muslim untuk tetap berdisiplin mengikuti anjuran protokol kesehatan di zona merah.

Baca Juga: Rencana Relaksasi PSBB di Tempat Ibadah Buyar, Salat Id Tetap di Rumah

Hal ini sejalan dengan arahan melalui fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri Saat Pandemi Covid-19.

“Khusus berkaitan dengan salat Idul Fitri kami mengimbau agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Insyaallah pahalanya sama,” ucap Miftah.

Miftah kembali mengingatkan bahwa pelaksanaan salat Idul Fitri berjamaah di tempat terbuka berisiko tinggi terjadinya penularan Covid-19.

Sehingga diharapkan tahun ini umat Islam di Kota Bandung bisa ikhlas dan bersabar untuk tetap melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah saja.

“Karena seperti kita ketahui bahwa penularan itu bisa datang dari seseorang yang tidak diduga. Kita harus menjaga untuk tidak berkerumun,” ujarnya.

Miftah juga meminta kepada para ulama beserta jajaran aparat di tingkat kewilayahan memberikan penjelasan secara baik, apabila ada masyarakat yang bersikukuh ingin tetap menggelar salat idulfitri berjamaah di masjid atau lapangan.

“Andaikata ada yang ingin memaksakan, hendaklah berusaha maksimal mengontrol jemaah dan sesuai dengan aturan-aturan menjaga penularan. Jangan sampai kita menyesal karena ada saudara-saudara kita yang asalnya tidak terkena tapi kemudian positif karena penularan waktu Salat Id,” ungkapnya.

Lebih lanjut Miftah juga menyerukan agar umat muslim turut memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi untuk memaksimalkna bersilaturahmi. Sehingga, masyarakat tetap bisa berkontribusi ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga: MUI Perbolehkan Salat Idul Fitri 1441 H Berjamaah di Tanah Lapang, Masjid dan Musala

Sementara itu, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung, Agus Ayarief Hidayatulloh mendukung imbauan MUI Kota Bandung. Menurutnya, salat Idulfitri di rumah menjadi bagian dari ikhtiar umat Islam menghentikan penyebaran Covid-19.

“Insyaallah dengan kesabaran dan ketawakalan kita menghadapi masa pandemi mudah-mudahan Allah membuka jalan mengangkat virus. Kami imbau rumah masing masing karena Bandung masih dalam kategori zona merah,” ujar Agus.

Baca Juga: Ridwan Kamil Buka Peluang Warga Jabar Dapat Berlebaran dalam Situasi Normal

Hal senada juga diungkapkan perwakilan Muhammadiyah Kota Bandung, Ikhsan yang mengingatkan bahwa anjuran pemerintah dan MUI merupakan demi kepentingan banyak orang. Dia menyerukan agar semua unat Islam mentaati arahan tersebut agar mempercepat upaya penanganan virus corona di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa melaksanakan kewajiban kita, karena kita juga rindu berjamaah. Tapi kalau kita tidak konsisten dan komitmen sistuasi ini akan bertambah panjang dan bertambah melelahkan,” ungkap Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Kota Bandung, Bambang Sukardi turut mendukung langkah MUI Kota Bandung yang berpartisipasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona melalui imbauan agar salat idul fitri di rumah.

“Ini merupakan langkah yang baik terutama dalam mendukung upaya yang sudah dilakukan jajaran gugus tugas covid-19 Kota Bandung. Karena tidak menutup kemungkinan yang ada di kerumunan akan menjadi carrier,” kata Bambang.

(*)