Pemkab Bandung Perpanjang PSBB di 5 Kecamatan Hingga 29 Mei

oleh -
Polisi saat melakukan pemeriksaan kendaraan di Exit Tol Cileunyi.

Pemkab Bandung Perpanjang PSBB di 5 Kecamatan Hingga 29 Mei

RADARBANDUNG.id- Pemkab Bandung, melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Covid-19 memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial mulai 20 hingga 29 Mei 2020.

Baca Juga: Tok.. Tok.. Tok.. PSBB Kota Bandung Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Hal tersebut sesuai Keputusan Bupati Bandung No: 443/Kep.336-Huk/2020 tentang Penetapan Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Kab. Bandung.

Berbeda dari sebelumnya, PSBB tahap tiga hanya diberlakukan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Margahayu, Margaasih, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Kecamatan Cileunyi.

Baca Juga: Jabar Tak Ada Zona Hijau Corona, Ridwan Kamil Minta Warga Berlebaran di Rumah

Sementara untuk Kecamatan Baleendah, Banjaran dan Rancaekek tidak lagi diikutsertakan.

“Meskipun PSBB gelombang tiga hanya di lima kecamatan, bukan berarti kecamatan yang lainnya tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kab. Bandung Yudi Abdurahman, Selasa (19/5/2020).

Guna mempercepat pemutusan mata rantai penularan Covid-19, pihaknya akan memperkuat Gugus Tugas tingkat daerah.

Baca Juga: Ridwan Kamil Pastikan PSBB Jabar Dilanjutkan di Daerah Zona Merah, Salat Id di Rumah

“Menjelang arus mudik dan hari raya Idul Fitri kami akan mengoptimalkan Gugus Tugas mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Nantinya, merekalah yang akan mengawasi langsung apakah di daerahnya ada pelaku perjalanan atau tidak. Jika ada, mereka akan melaporkan langsung ke puskesmas terdekat,” tuturnya.

Kepala Dinkes Kab. Bandung drg. Grace Mediana Purnami melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dr. Riantini menuturkan, saat ini angka kasus Covid-19 di Kab. Bandung belum menunjukkan penurunan signifikan.

Baca Juga: Hati-hati Belanja Persiapan Lebaran! Epidemiolog Unpad Ingatkan Bahaya Penyebaran COVID-19

“Karena itu PSBB dan protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Termasuk pada hari raya nanti, seluruh masyarakat Kabupaten Bandung harus membawa alat ibadah masing-masing,” tutur Riantini.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan pola makan pada perayaan Idul Fitri.

Baca Juga: Sidak Ramadan dan Jelang Idul Fitri, BPOM Temukan Produk Pangan Rusak dan Kedaluwarsa

“Pada momen seperti ini masyarakat terkadang lupa memperhatikan pola makan. Seperti kita ketahui, hidangan-hidangan khas lebaran biasanya mengandung santan yang dapat memicu PTM (Penyakit Tidak Menular), seperti diabetes, kolesterol, hipertensi dan jantung. Penyakit itulah dapat menjadi bagian dari pengorbit covid-19,” paparnya.

Riantini juga meminta perangkat desa untuk melaporkan pelaku perjalanan ke puskesmas setempat.

“Dalam upaya percepatan penanggulangan selama PSBB, kami terus meningkatkan tes dengan menggunakan RDT (Rapid Diagnostic Test) dan Swab massif. Semoga setelah Idul Fitri nanti, kasus covid-19 di Kabupaten Bandung dapat menurun,” pungkasnya.

(rls/ysf)