Penerimaan Zakat Fitrah di Masjid Pusdai Menurun

oleh -
Petugas pelayanan ZIS dan Wakaf Pusdai sedang menunggu para muzaki. Foto: MUCHAMAD DIKDIK R ARIPIANTO/RADAR BANDUNG

Penerimaan Zakat Fitrah di Masjid Pusdai Menurun

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Penerimaan Zakat Fitrah, Infaq, Shodaqah (ZIS) dan Wakaf di Masjid Pusdai menurun jika dibanding Ramadan tahun lalu.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Disperindag Jabar akan Terapkan Protokol Covid-19 di Pasar

Ketua Baitul Maal Peduli Ummat (BMPU) Pusdai, Dede Ali Khoharudin mengungkapkan, penurunan bisa mencapai 70 hingga 80 persen.

Hingga hari ke-26 Ramadan, catatan penerimaan hanya menghabiskan satu bundel faktur. Padahal, pada tahun sebelumnya di hari yang sama, pencatatan bisa menghabiskan 3 hingga 5 bundel faktur.

Baca Juga: Hati-hati Belanja Persiapan Lebaran! Epidemiolog Unpad Ingatkan Bahaya Penyebaran COVID-19

“Penerimaan zakat tahun sekarang di Pusdai dibandingkan tahun sebelumnya jelas sangat jauh berbeda. Signifikan sekali turunnya,” ujar Dede kepada Radar Bandung, Selasa (19/5).

Dede memprediksi, di tengah pandemi Covid-19 para muzaki cenderung membayarkan zakatnya di wilayah masing-masing. Selain itu, dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), layanan penerimaan zakat masif dilakukan secara daring.

Kondisi ini terjadi seiring dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menangguhkan segala bentuk kegiatan di masjid sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

“Dengan kondisi sekarang, para muzaki mungkin memilih membayar zakat di daerahnya masing-masing atau membayar zakat secara online. Pusdai sendiri kini menerima pembayaran zakat secara transfer via rekening,” imbuhnya.

Baca Juga: PSBB Kota Bandung Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Terkait layanan penerimaan ZIS dan wakaf pihak BMPU Pusdai telah menyiapkan 3 konter di area selasar selatan Masjid Pusdai sejak tanggal 1 Ramadan. Tahun ini durasi operasional pun dipersingkat.

Jika tahun sebelumnya dibuka pukul 08.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB atau setelah salat tarawih, kini hanya dibuka pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Baca Juga: Ridwan Kamil Pastikan PSBB Jabar Dilanjutkan di Daerah Zona Merah, Salat Id di Rumah

“Pergerakan mulai tampak pada hari ke-10 Ramadan, lalu akan lebih sibuk pada pertengahan Ramadan, terutama sepuluh hari terakhir,” jelas Dede.

Untuk jumlah muzaki per hari, lanjut Dede, terhitung fluktuatif. Namun, jika dirata-ratakan, dalam sehari pihaknya hanya melayani dua sampai lima orang muzaki. Selain itu, petugas konter pun memastikan selalu menjalankan protokol kesehatan yang berlaku dimasa pencegahan Covid-19, seperti pemakaian handsanitizer dan masker.

Sementara itu, soal skema penyaluran, Dede menjelaskan, pihaknya akan terlebih dahulu fokus pada penyaluran zakat fitrah. Zakat yang diterima Pusdai, akan disalurkan kepada masyarakat sekitar melalui DKM setempat yang mangajukan proposal.