Tolak Reses Demi Selamatkan Warga Dari Penularan Covid-19

oleh -

RADARBANDUNG.id, CIMAHI – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Cimahi menolak melaksanakan reses. Pernyataan itu terlontar setelah Badan Musyawarah memparipurnakannya pada Kamis, (14/5/2020) lalu.

Ketua Fraksi PDIP Yus Rusnaya menilai, pelaksanaan reses ditengah pandemi covid-19 tidak tepat.

“Bukannya memutus rantai wabah, malah ngumpulin orang. Apalagi dengan jumlah banyak,” kata Yus.

Menurutnya, penolakan tersebut selain mengikuti aturan pemerintah, juga mengikuti surat imbauan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) yang di keluarkan pada 15 April 2020 lalu.

“Isinya agar pelaksanaan reses untuk sementara waktu ditiadakan. Sebab bisa berpotensi penularan virus corona,” jelasnya.

Yus menyarankan, dalam kondisi seperti ini, alangkah baiknya jika
anggaran reses itu dialihkan untuk penanganan Covid-19.BApalagi Cimahi belum aman dan masuk zona merah.

“Saya rasa Itu akan lebih elok dan lebih bijak, ketimbang memaksakan reses tapi malah muncul masalah setelahnya,” ungkapnya.

Sementara hasil kesepakatan, lanjut dia, reses akan dilaksanakan pada 20 Mei 2020 mendatang.

Meski menolak reses dilaksanakan namun Fraksi PDIP, kata dia, mempersilahkan kepada anggota DPRD diluar Fraksi PDIP yang akan melasanakan reses

“Itu kan menjadi hak mereka,” ucapnya.

Dia mengakui, jika memang pelaksanaan reses adalah kewajiban para anggota dewan untuk menampung aspirasi warga khususnya warga didaerah pemilihannya masing-masing, sudah sesuai dengan undang-undang sehingga tidak menyalahi aturan.

“Tapi karena situasi sekarang, maka lebih baik gak usah lah. Apalagi reses kan mengumpulkan orang hingga 250 orang. Jangankan 250 orang, 50 orang juga bisa berdampak,” tuturnya.

Di DPRD Cimahi sendiri PDIP mendapat jatah 6 kursi dan dapat dipastikan tidak akan mengambil kegiatan reses.

“Mungkin kalau situasinya sudah aman, kita pasti bakal melaksanakan reses. Itu kan untuk menampung aspirasi warga,” pungkasnya.

(gat)