Michael Essien: Percayalah, Bermain Bersama Persib jadi Pengalaman Paling Indah

oleh -
Michael Essien bersama Hariono saat di Persib Bandung. (Michael Essien/Instagram)

Michael Essien: Percayalah, Bermain Bersama Persib jadi Pengalaman Paling Indah 

RADARBANDUNG.id- Michael Essien punya karir sepak bola yang panjang dan cemerlang. Pernah juara Ligue 1 bersama Olympique Lyon.

Pernah juara Premier League dan Liga Champions bersama Chelsea. Sempat membela Real Madrid dan AC Milan.

Meski begitu, ketika ditanya soal pengalaman terindah selama karirnya dalam wawancara langsung via Instagram bersama jurnalis asal Afrika Selatan Carol Tshabalala dalam acara bertajuk #ConvosWithCarol, dia menjawab Persib Bandung.

“Percayalah, itu (bermain bersama Persib) menjadi salah satu pengalaman paling indah dalam karir saya bermain untuk mereka,” ujar Essien.

Michael Essien melakukan duel perebutan bola dalam pertandingan Liga 1 2017 kontra Bhayangkara FC di Stadion Si Jalak Harupat, (Dok Radar Bandung)

Essien pernah membela Persib pada 2017-2018.

Essien menyoroti soal kefanatikan suporter yang tak kalah dengan suporter lainnya di Eropa. Menurutnya, Maung Bandung memiliki pendukung yang fanatik, selalu ada dalam setiap pertandingan di manapun, termasuk stadion yang tak pernah sepi.

“Fans sangat fanatik. Mereka sangat menyukai sepak bola dan klub. Persib merupakan tim yang memiliki fansbase besar di Indonesia. Ini sangat gila,” kata dia.

Namun satu yang menjadi kendala yakni cuaca di Indonesia bagi dia sangat panas, apalagi jika harus bermain pada sore hari. Pemain yang dijuluki Si Bison itu lantas membandingkan, meski cuaca di Ghana panas, tapi Indonesia lebih panas lagi.

“Tidak mudah bermain di sana (Indonesia), saya sedikit mengalami kendala jika bertanding sore hari. Walau saya berasal dari Ghana, panasnya berbeda. Untungnya pertandingan kami lebih banyak digelar malam hari,” ujar dia.

Ingatan akan Essien memang membekas khususnya bagi publik Bandung. Meski berlabel superstar, dalam setiap latihan dia selalu menjadi pencair suasana dengan tingkah konyolnya maupun sebagai tutor bagi pemain muda.

Dalam 29 penampilannya bersama klub, dia berhasil mencatatkan lima gol, tapi gagal membawa Maung Bandung bersaing memperebutkan tahta juara.

(jpc)