Dikecam PA 212, Bahaya! Adu Jotos Habib Umar dan Satpol PP Bisa Picu Konflik Besar

oleh -
Tangkapan layar video Youtube

Dikecam PA 212, Bahaya! Adu Jotos Habib Umar dan Satpol PP Bisa Picu Konflik Besar

RADARBANDUNG.id- Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengecam keras tindakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan tindakan fisik terhadap Habib Umar Assegaf di Surabaya, Jawa Timur.

“Kami dari PA 212 mengecam keras tindakan biadab oknum aparat Satpol PP yang telah memukul Habib Umar Assegaf,” ucap Mujahid 212, Novel Bamukmin, Kamis (21/5/2020).

Karena, kata Novel, Habib Umar merupakan seorang ulama dan sudah sepuh yang seharusnya dilindungi.

“Kami meminta aparat Kepolisian menangkap Asmadi (anggota Satpol PP) karena sudah melakukan penganiyaan yang merupakan tindakan pidana,” katanya.

Apalagi, kata dia, umat Islam kini sedang marah terhadap tindakan petugas tersebut di tengah bulan Ramadhan.

“Apalagi di bulan puasa karena kalau tidak oknum Satpol PP tersebut atau petugas Damkar tersebut tidak ditangkap, maka sudah dipastikan umat Islam yang cinta ulama akan membuat perhitungan dengan caranya sendiri,” tegasnya.

Bagi Novel, urusan penganiayaan ulama, bukan ulama tersebut saja yang tersakiti. Tapi tindakan itu telah menyakiti umat Islam.

“Untuk itu pelaku yang bersangkutan harus menyerahkan diri ke polisi.

Sementara itu, aksi perekaman dan penyebaran video pelanggaran PSBB di Surabaya yang berujung kontak fisik antara Habib Umar dan oknum petugas Satpol PP ini patut disayangkan.

Pengamat politik lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio pun mengaku geram dengan perekam dan penyebar video insiden PSBB di Surabaya yang kemudian viral itu.

Hensat, demikian dia karib disapa, mengatakan dalam rekaman video yang viral tersebut terdapat dua simbol komunikasi yang besar.

“Satu simbol mewakili lembaga aparat keamanan, dan satu simbol lainnya dipersepsikan milik kelompok pemuka agama,” ujar Hensat.

Menurutnya, adanya video tersebut dapat memantik konflik berkepanjangan lantaran adanya dua simbol tersebut.

“Rekaman video itu, hanya kemudian membuat gesekan, pesan komunikasi di masyarakat yang dapat memicu konflik yang tidak perlu,” tegasnya.

Dia meminta agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi dan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan preventif.

Baca Juga: Habib Umar Assegaf Adu Jotos dengan Petugas Check Point, Ini Gara-garanya!

“Semoga hal seperti di Surabaya tidak perlu terjadi lagi. Jangan sampai bangsa ini terpecah cuma gara-gara rekaman telepon selular,” tandasnya.

Terpisah, MUI Jatim menyayangkan sikap anggota Satpol PP yang terlibat pertikaian dengan Habib Umar ini.

Sekretaris Umum MUI Jatim, Ainul Yaqin mengatakan, seharusnya aparat bisa bersikap lebih bersahabat. Alasannya, Habib Umar merupakan tokoh masyarakat yang dihormati.