Habib Umar Vs Petugas Check Point, Polda: Sudah Saling Memaafkan

oleh -
Tangkapan layar video Youtube

Habib Umar Vs Petugas Check Point, Polda: Sudah Saling Memaafkan

RADARBANDUNG.id- Polda Jawa Timur langsung melakukan langkah antisipatif pasca-insiden pertikaian antara Habib Umar Abdullah Assegaf dengan petugas Satpol PP Kota Surabaya, Rabu (20/5) yang videonya viral.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, kepolisian telah melakukan mediasi antara pengasuh Majelis Roudhotus Salaf Bangil, Pasuruan itu dengan petugas Satpol PP Kota Surabaya yang terlibat pertikaian.

Untuk itu, Polrestabes Surabaya telah melakukan komunikasi dengan jajaran Satpol PP di Kota Pahlawan tersebut.

Adapun Polres Pasuruan berkomunikasi dengan Habib Umar. Dari hasil mediasi tersebut kedua belah pihak telah sama-sama saling memaafkan.

Baca Juga: Habib Umar Assegaf Adu Jotos dengan Petugas Check Point, Ini Gara-garanya!

“Sebenarnya kedua belah pihak sudah menyatakan untuk saling memaafkan, harapan juga tanpa syarat. Artinya, semua yang terjadi ini tujuannya kan kita untuk menyelamatkan masyarakat juga dan juga keluarganya dan masyarakat yang lainnya,” kata Trunoyudo, Jumat (22/5/2020).

Lebih lanjut Trunoyudo mengatakan, insiden cekcok antara Habib Umar dengan anggota Satpol PP Surabaya bernama Asmadi hanya akibat kesalahpahaman.

Baca Juga: Dikecam PA 212, Bahaya! Adu Jotos Habib Umar dan Satpol PP Bisa Picu Konflik Besar

Menurutnya, petugas juga telah melakukan upaya preventif untuk memberi pemahaman kepada Habib Umar yang melanggar aturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya.

“Kami lakukan evaluasi dan memang kita bisa melihat, sangat prihatin sekali, baik itu petugas maupun masyarakat yang sama-sama melawan dan mencegah Covid-19 agar tidak meluas,” katanya.

Sebelumnya Habib Umar terlibat adu jotos dengan Asmadi di check point (titik pemeriksaan) PSBB di Exit Tol Satelit, Surabaya, Rabu (20/5) sore. Insiden itu terekam video sehingga viral dan menjadi sorotan masyarakat luas.

(ngopibareng/jpnn)