Jelang Idul Fitri, Walkot Bandung Larang Takbiran Keliling dan Mudik Lokal

oleh -
Liga 1 Oded Izinkan Warga Nobar Persib dalam Skala Kecil
Wali Kota Bandung Oded M. Danial (humasbandung)

Jelang Idul Fitri, Walkot Bandung Larang Takbiran Keliling dan Mudik Lokal

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Wali Kota Bandung, Oded M. Danial kembali mengimbau warga Kota Bandung untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah, sesuai ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan MUI Kota Bandung.

Sebagaimana diketahui, Kota Bandung kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei usai PSBB Jabar berakhir. (Baca Juga: PSBB Kota Bandung Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020)

Kota Bandung masuk ke dalam deretan 19 kota/kab yang berada di level kewaspadaan Covid-19 warna kuning berdasarkan evaluasi PSBB Jabar, dengan kegiatan boleh meningkat ke-60 persen dengan tetap jaga jarak dan protokol kesehatan. (Baca Juga: PSBB Jabar Berlanjut, Ridwan Kamil Beber Peta Level Kewaspadaan Covid-19 di 27 Kab/Kota, Ini Daftarnya)

Oded menyampaikan, Pemkot tidak melarang Salat Idul Fitri, namun pihaknya berupaya untuk mengurangi potensi berkumpulnya masyarakat, guna mencegah penyebaran Covid-19. Untuk itu, pelaksanaan salat Idul Fitri, sesuai saran MUI Kota Bandung lebih baik dilakukan di rumah.

“Kita selalu memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat agar paham dan tidak bergerombol. Karena sebenarnya yang dilarang itu, bukan ibadahnya, tapi bergerombolnya,” tegas Oded.

Baca Juga: Pemkot Bandung Ikuti Seruan MUI Soal Salat Idul Fitri

Untuk mencegah kerumunan, jelang Idul Fitri, Oded juga melarang takbiran keliling. “Untuk takbiran keliling itu dilarang, tidak boleh ada,” tegas Oded.

Selain itu, ia kembali mengingatkan warga Kota Bandung agar tidak melakukan kegiatan mudik. Ia meminta aparat kewilayahan ikut melakukan pemantauan, mulai tingkat RT hingga kecamatan.

Termasuk, untuk mengawasi kedatangan pemudik dari luar Kota Bandung agar pemudik bisa melakukan isolasi mandiri.

Oded juga mengimbau pemudik lokal di seputaran Bandung Raya agar bisa menahan diri. Kalaupun terpaksa melakukan perjalanan, agar menerapkan protokol kesehatan. “Tapi harapan saya masyarakat bisa tetap berada di rumah,” tandasnya.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Disperindag Jabar Perketat Protokol Covid-19 di Pasar

Berdasarkan data Pusicov Bandung hingga Jumat (22/5) sore, total ada 291 orang positif Covid-19 di Kota Bandung, dengan 36 orang meninggal dunia, 76 sembuh dan 179 masih dirawat.

Untuk total PDP, ada sebanyak 866 pasien dengan 397 di antaranya masih dirawat dan 469 pasien selesai perawatan. Sedangkan total ODP ada 3.704 orang dengan 3.567 selesai dan 137 masih dalam pemantauan.

(ysf/radarbandung.id)