Pedagang Masih Nekat Berjualan di Bahu Jalan Otista, Ini Alasan Mereka

oleh -
Foto: Antara

Pedagang Masih Nekat Berjualan di Bahu Jalan Otista, Ini Alasan Mereka

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Ratusan pedagang Pasar Baru Trade Center masih membuka lapak di sepanjang bahu Jalan Otista, Kota Bandung pada H-1 Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu (23/5).

Para pedagang mengemukakan alasan mereka tetap berjualan di tengah pandemi Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah diterapkan di Kota Bandung.

Seorang pedagang pakaian di lokasi tersebut, Dian (39) mengaku ia kembali berdagang tidak bermaksud menantang wabah COVID-19. Namun, dirinya terdesak ekonomi, sehingga mau tak mau harus mencari pemasukan.

Bahkan, Dian mengaku tidak lagi punya pemasukan setelah Pasar Baru ditutup.

“Jadi, bukan berkurang (pemasukan), tapi memang tidak ada, karena sudah 2,5 bulan lalu Pasar Baru ditutup, sebelum PSBB yang pertama, kita itu udah nggak berjualan,” ujar Dian di Jalan Otista.

Menurut Dian, saat ini ia sama sekali tidak lagi memikirkan keuntungan. Yang terpenting, barang dagangannya ada yang bisa terjual meski pemasukan sedikit.

“Ini juga diluar modal, nggak mikirin untung, harganya Rp200 ribu, kita jual Rp75 ribu. Yang penting barang ada yang keluar,” katanya.

Ia mengaku, pada lebaran tahun lalu, pemasukannya dari berjualan baju saat moment lebaran bisa mencapai 300 persen dari hari-hari biasanya. Namun, menurutnya, tahun ini apa yang ia alami sama dirasakan semua pedagang.

“Bisa 300 persen kalau lebaran, tapi tahun ini nggak ada pemasukan banget. Terus bantuan nggak semuanya dapet, semua pedagang juga sama, saat ini nggak ada pemasukan banget,” tuturnya.

Pedagang lainnya, Aji (37), mengutarakan, sebelumnya ia telah memanfaatkan penjualan secara daring, meskipun tokonya tutup.

Hanya saja, menurutnya tahun ini terasa berbeda karena banyak pembeli yang biasa langganan setiap lebaran kini tidak membeli dagangan pakaiannya.

“Tiga bulan sebelum puasa juga langganan sudah pada datang. Mudah-mudahan COVID-19 berlalu, pasar bisa dibuka, biar normal lagi perkonomian, karena kalau gini terus ya kasian juga yang lainnya,” katanya.

Sementara, pembeli yang memburu pakaian baru menjelang lebaran salah satunya Arga (27), warga Kiaracondong.

Ia mengaku tahu dengan PSBB yang masih berlaku saat ini serta menyadari bahwa kerumunan dapat berisiko menularkan COVID-19.

Namun, Arga mengaku tetap membeli pakaian baru untuk anaknya yang berusia 4 tahun. Yang terpenting baginya mengenakan masker dan sarung tangan serta menjaga jarak saat membeli.

“Ya sudah jadi budaya kan baju baru lebaran, yang penting harus sosial distancing aja sama pakai APD. Kalau tanpa pembeli, mereka (pedagang) kan tidak ada yang terjual,” ucap Arga.

(antara/radarbandung.id)