Seruan Waspada Rapid Test Massal untuk Habisi Ulama Indonesia Beredar, Ini Penjelasan MUI

oleh -
ILUSTRASI test Covid-19. (Dery Ridwansah/ JPC)

Seruan Waspada Rapid Test Massal untuk Habisi Ulama Indonesia Beredar, Ini Penjelasan MUI

RADARBANDUNG-id- Selebaran mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyerukan ulama, kyai dan ustadz di seluruh Indonesia agar mewaspadai rapid test Covid-19 massal beredar dalam beberapa hari terakhir.

Dalam selebaran disebutkan rencana test corona massal merupakan modus operandi dari PKI atas perintah negara komunis Tiongkok untuk menghabisi para toko agama Islam baik di Indonesia maupun di negara muslim lain.

Karena itu, para ulama diminta menolak rapid test yang kelihatannya baik tapi di dalamnya ada misi yang sangat jahat dan licik.

Masih dalam selebaran itu, disebutkan jika ulama, kyai dan ustadz itu melakukan rapid test maka akan dinyatakan positif Covid-19.

Lalu dikarantina dan disuntik dengan dalih pengobatan. Padahal itu suntikan racun untuk membunuh para tokoh Agama Islam.

Selebaran tentang modus rapid test massal terhadap ulama yang dipastikan hoaks.

Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas menegaskan, MUI tidak mengeluarkan surat tersebut. Dia pun menegaskan, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

“Berita hoaks,” kata Sekjen MUI, Anwar Abbas dikonfirmasi, Senin (25/5).

Anwar menekankan, MUI tidak pernah mengeluarkan selebaran tersebut. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tidak percaya akan surat selebaran dan menelan mentah-mentah pernyataan dalam selebaran tersebut.

“Karena dipastikan disebar oleh orang tak bertanggung jawab yang mencatut nama MUI. Masyarakat diminta bisa tetap tenang,” tegas Anwar.

(jpc/radarbandung.id)