Anggaran Dipangkas 50%, Pembuatan Taman RW di Kota Bandung Ditiadakan

oleh -
rth
ILUSTRASI TAMAN: Warga mengunjungi Taman Hutan Kota Forest Park di Babakan Siliwangi, Sabuga, Kota Bandung, Jumat (19/4/2019). (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Anggaran Dipangkas 50%, Pembuatan Taman RW di Kota Bandung Ditiadakan

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung dirasionalisasi hingga hampir 50%.

“Tahun ini, anggaran kita sebesar Rp 403 miliar. Setelah dirasionalisasi sisa Rp230 miliar,” ujar Kepala DPKP3 Kota Bandung, Dadang Dharmawan kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Dadang mengatakan, beberapa kegiatan yang ditiadakan adalah terkait pengadaan lahan, pembuatan taman RW di beberapa titik. Penggantian tanaman di beberapa taman dan pengadaan lahan untuk pembangunan kantor kelurahan. “Hal ini sesuai ketentuan SKB dan Perwal,” ucap Dadang.

Meski demikian, ada beberapa pos yang tetap dipertahankan, seperti pengadaan lahan untuk Puskesmas, pengadaan lahan untuk sekolah rintisan SMP 66 Gedebage, Cinambo dan untuk pemeliharaan taman.

Jumlah taman di Kota Bandung sekarang ini sekitar 700 taman termasuk taman RW.

“Selain itu, kita juga mempertahankan gaji PHL pemelihara taman. Karena berdasarkan ketentuan, gaji mereka tidak boleh dipotong,” katanya.

Jumlah PHL DPKP3 untuk pemeliharaan taman sebanyak 300 orang.  Namun ada 100 orang yang dirumahkan, dengan kriteria yang berdomisili di luar Kota Bandung dan sudah lanjut usia.

“Sedangkan 200 orang lainnya, tetap melajukan perawatan. Meskipun tidak ada tambal sulam untuk penggantian bunga,” papar Dadang.

Penundaan pengadaan lahan ini, terang Dadang, tidak bisa direalisasikan tahun depan. Lantaran keterbatasan anggaran.

“Untuk pagu anggaran tahun depan, kita hanya menganggarkan sebesar Rp275 milyar. Karena kemampuan anggaran pasti terganggu dengan adanya pandemi ini. Sehingga pengajuan anggaran tidak bisa maksimal,” katanya.

(mur)