Tidak Hanya Takut Corona, Orang Tua Siswa di Kab. Bandung juga Khawatirkan Biaya Sekolah

oleh -
Ilustrasi

Tidak Hanya Takut Corona, Orang Tua Siswa di Kab. Bandung juga Khawatirkan Biaya Sekolah

RADARBANDUNG.id, SOREANG- Pandemi Covid- 19 membuat banyak orang tua siswa harus kehilangan pendapatan, hingga mengakibatkan mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, termasuk biaya pendidikan.

Baca Juga: Orang Tua Siswa di Bandung Tegas Menolak Anak Mereka Masuk Sekolah saat Pandemi Covid-19 Belum Sirna

Anggota Komisi D DPRD Kab. Bandung, Maulana Fahmi tak menampik di tengah pandemi, banyak orang tua yang menjadi berstatus warga miskin baru. Hal tersebut, pastinya membuat para orang tua kesulitan untuk membayar biaya sekolah bagi anaknya.

“Biaya sekolah diharapkan bisa memperhatikan kemampuan dari para orang tua dan juga sekolah. Bagi sekolah swasta dihimbau untuk menerima siswa yang kurang mampu. Sedangkan bagi sekolah negeri, wajib mengikuti aturan Perbup yaitu menyediakan kuota khusus bagi siswa yang kurang mampu,” ujar Fahmi saat dihubungi.

Baca Juga: Apa Itu New Normal atau Tatanan Baru? Simak Faktanya

Fahmi mengatakan, masih belum ada kepastian terkait pembukaan masa belajar disekolah. Meskipun banyak kabar yang mengatakan bahwa sekolah akan dibuka pada Juli 2020, tetapi menurutnya, pembukaan masa belajar disekolah tersebut masih perlu dikaji.

Jika hasil kajian dari BPNB memungkinkan sekolah untuk dibuka, dan diperkuat oleh rekomendasi dari Kemenkes RI, maka kembali belajar disekolah bisa saja terjadi.

Baca Juga: PPDB Jabar 2020 Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

“Ada banyak aspek yang harus dipersiapkan oleh sekolah. Salah satu yang terpenting adalah wajib memberlakukan protokol kesehatan, dan baik guru maupun siswa harus disiplin,” jelas Fahmi.

Sementara itu, Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortunis) Kab. Bandung, Nurdin Sobari Soleh mengatakan, para orang tua khawatir tentang keselamatan anaknya jika proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah.

Karena itu, pihaknya ingin pengelola sekolah terus memaksimalkan protokol kesehatan, utamanya bagi sekolah yang berada di zona merah.

Baca Juga: PPDB Jabar 2020/2021 Digelar Daring, Simak Syarat dan Tahapannya

“Di sekolah harus menjaga social distancingnya, misalnya satu meja hanya diisi oleh satu siswa. Atau bisa juga memberlakukan waktu shift di sekolah,” ujar Nurdin.

Selain itu, orang tua juga mengkhawatirkan masalah biaya sekolah. Misalnya biaya wisuda, ujian, dan seragam sekolah. Nurdin meminta pihak sekolah bisa memahami kondisi para orang tua siswa yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, kami meminta untuk selalu optimal dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid 19), jangan sampai landai,” tutur Nurdin.

Terakhir, Nurdin menyoroti adanya biaya ujian yang harus dikeluarkan siswa untuk pelaksanaan UNBK. Karena UNBK tidak jadi dilaksanakan, maka Nurdin meminta pihak sekolah mengembalikan biaya tersebut kepada siswa.

“Orang tua harus memberikan contoh pada anaknya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid 19,” pungkas Nurdin.

(fik)