Jerat Bank Emok Kian Memprihatinkan, 70 Persen Warga di Desa Ini Jadi Korban

oleh -
Segera Cek Saldo Rekening Bertambah Rp1,2 Juta atau Tidak! Subsidi Gaji Cair Mulai Hari Ini
Ilustrasi

Jerat Bank Emok Kian Memprihatinkan, 70 Persen Warga di Desa Ini Jadi Korban

RADARBANDUNG.id, PASIRJAMBU- Tak jarang masyarakat meminta bantuan kepada bank emok yang dirasa lebih mudah dalam memberikan pinjaman untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Meskipun lebih mudah, tak jarang bank emok memberikan bunga yang besar, sehingga masyarakat sulit untuk membayar. Hal tersebut dialami 70 persen warga Desa Mekarsari yang menjadi korban bank emok.

Kepala Desa Mekarsari, Feri Januar Pribadi, mengatakan 70 persen warga Desa Mekarsari menjadi nasabah bank emok, utamanya kaum ibu rumah tangga.

Feri menceritakan sebelum pandemi, pernah ada sejumlah warga yang berasal dari dua RW terdiri dari 50 orang, warga meminta bantuan kepada Pemerintah Desa Mekarsari untuk memfasilitasi menyelesaikan masalah tentang bank emok.

Kepada Feri, para warga mengaku tak sanggup membayar tunggakan karena merasa berat dengan bunga pinjamannya dan durasi waktu pembayaran yang singkat.

“Mereka menyatakan tidak sanggup membayar hutangnya kepada bank emok. Tetapi mereka tetap berniat membayar dengan catatan bunga pinjamanya dihapus. Akhirnya, warga dipersilakan mencicil sesuai kesepakatan antara warga dengan lembaga peminjaman,” ujar Feri saat dihubungi via telepon, Rabu (3/6/2020).

Adanya masalah bank emok ini, lanjut Feri, disebabkan kesadaran masyarakat yang masih kurang dalam melakukan peminjaman. Feri mengatakan, di Desa Mekarsari ada enam lembaga keuangan yang berkeliaran. Para lembaga keuangan itu ada yang lebih dulu membuat laporan ke desa, ada juga yang tidak.

“Rata-rata warga melakukan peminjaman uang diatas Rp5 juta,” lanjut Feri.

Pemerintah Desa Mekarsari mendapatkan masukan dari Bupati Bandung, Dadang M Naser, untuk melakukan peminjaman ke Bank BPR Kertaraharja. Hal tersebut langsung ditindaklanjuti.

Perwakilan dari Bank BPR Kertaraharja juga sudah datang untuk melakukan pendataan jumlah warganya dan besaran kebutuhan dananya.

“Dalam menyelesaikan masalah bank emok ini, kita tidak bisa menggunakan dana desa atau dana bumdes. Sehingga, secepatnya kita akan berdiskusi dengan pihak bank,” jelas Feri.