Ojol di Jabar Sudah Boleh Angkut Penumpang, Tapi Ada Syaratnya

oleh -
Ilustrasi (ist)

Ia mencontohkan di DKI Jakarta, aplikator sudah mampu melakukan segregasi dalam aplikasinya untuk membatasi penumpang sampai kelurahan bahkan tingkat RW. Tetapi dengan Bodebek dan daerah Jabar lainnya, hal itu belum dilakukan.

“Oleh karenanya pada saat ini masih berlaku surat dari Pemprov Jabar dan Dishub kepada aplikator untuk mematikan menu pengangkutan penumpangnya, khususnya di Bodebek sampai ada kesepakatan dan juga kondisi yang sama dengan DKI di wilayah Bodebek. Untuk wilayah Jabar yang lain kita akan mengikuti ketentuan surat edaran nomor 11, sehingga untuk wilayah hijau dan kuning diperkenankan mengangkut penumpang dengan persyaratan-persyaratan ketat tadi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memperpanjang PSBB hingga 26 Juni 2020. Khusus untuk PSBB di wilayah Bodebek tetap satu frekuensi dengan DKI Jakarta hingga 2 Juli 2020.

Hingga Jumat (12/6), berdasarkan level kewaspadaan kab/kota belum ada daerah zona hijau di Jabar.

Sementara itu, terdapat 10 daerah di Jabar masuk zona kuning dan harus melanjutkan PSBB, yakni: Kab. Bekasi, Kab.Bogor, Kab.Garut, Kab.Indramayu, Kab.Karawang, Kab.Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Depok.

Sementara daerah zona biru yang bisa menerapkan AKB, yakni Kab. Bandung, Kota Cimahi, Kab.Bandung Barat, Kab.Ciamis, Kab.Cianjur, Kab.Cirebon, Kab.Kuningan, Kab.Majalengka, Kab. Pangandaran, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab.Sumedang, Kab.Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.

(ysf/radarbandung.id)