Bandung Barat Tetap “Lumpat” di Tengah Pandemi

oleh -
Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Wakil Bupati Hengky Kurniawan.

Bandung Barat Tetap “Lumpat” di Tengah Pandemi

RADARBANDUNG.id, LEMBANG – Hingga Hari Jadi ke-13, Kabupaten Bandung Barat menunjukkan perkembangan diberbagai sektor dengan cukup signifikan setiap tahun.

Namun, pandemi Covid-19 memaksa Pemkab untuk menunda berbagai program yang telah dicanangkan sebelumnya.

Sejauh ini, pembangunan dan perbaikan infrastruktur serta optimalisasi sektor pariwisata, pertanian dan peternakan masih terus digenjot.

Dalam kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati Bandung Barat, Aa Umbara dan Hengky Kurniawan dengan visi misi AKUR (Aspiratif, Kreatif, Unggul dan Religius) terus melakukan terobosan melalui berbagai program unggulan. Salah satunya membuka 10 destinasi wisata baru.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, selama perjalanan 2 tahun kepemimpinannya, pandemi Covid-19 diakuinya sebagai ujian yang tidak terprediksi sebelumnya dan menghambat program yang telah direncanakan.

“Namanya manusia kan sekedar rencana, tapi Allah SWT yang menentukan. Karena Covid-19, jadi semua anggaran ditarik, baik dari provinsi, bagi hasil, DAK juga tidak keluar. Lalu PAD juga menurun,” katanya di Lembang, Kamis (18/6/2020).

Umbara mengatakan, harapan besar dengan cita-cita yang tinggi untuk membangun Bandung Barat menjadi motivasi tersendiri bagi Pemkab untuk fokus menyelesaikan penyebaran Covid-19 dengan cepat dan tepat.

“Memang karena wabah ini kita tidak bisa melaksanakan program. Tetapi kami dengan seluruh jajaran birokrasi KBB tetap semangat bahwa pada tahun berikutnya kita akan bisa tercapai target pembangunan di KBB,” urainya.

Umbara menyebut, penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lantaran Covid-19 bukan alasan untuk berhenti merealisasikan program, demi kepentingan masyarakat Bandung Barat. Pasalnya, pembangunan bisa dilaksanakan dengan menggandeng pihak swasta.

“Tapi Insya Allah dari swasta masih bisa mendapatkan (anggaran). Contoh Pasar Padalarang tidak pakai APBD, terus lagi flyover, lalu jalan lingkar selatan yang keluar dari Cipatat, Jalan Cikalong ke Cisarua juga tidak pakai APBD,” ujar Umbara.

Ia berharap, dengan fokus menangani Covid-19, dapat mempercepat realisasi program yang sempat tertunda. Karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 yang dipimpinnya berusaha dan bekerja untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

“Sekarang KBB baru zona biru, kalau sudah hijau apapun yang direncanakan dan impian akan cepat terwujud. Namun jika tidak selesai (Covid-19) tetap terbengkalai,” tegas Umbara.

Usai pandemi, Umbara mengatakan, selain menjalankan kembali program yang tertunda. Pemkab akan fokus terhadap pemulihan sektor ekonomi masyarakat yang terdampak langsung Covid-19.

“Dari mulai UMKM, pertanian, peternakan dan lainnya. Kalau sudah pulih itu berarti stabil. Impian dan cita-cita dan rencana kita bisa tercapai di tahun berikutnya,” ucapnya.

Sejauh ini, dalam pembangunan infrastruktur bisa terlihat berbagai pembangunan fisik yang sedang dikerjakan dan dituntaskan.

“Pembangunan jalan dan yang lainnya seperti gedung DPRD KBB sudah nampak kelihatan. Terus lagi Alun-alun KBB tinggal penataan saja dan yang akan dilakukan ke depan yang tadi disebutkan yang disesuaikan dengan RPJMD selama 5 tahun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Umbara menyampaikan terima kasihnya kepada para tokoh pemekaran Kabupaten Bandung Barat. Dengan berbagai upaya mewujudkan mimpi masyarakat yang ingin lebih maju dan sejahtera.

“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah memperjuangkan KBB bisa lahir dan mudah-mudahan mereka semua diberi kesehatan, panjang umur dan juga jangan lupa terus mengawal KBB sampai betul-betul sukses,” pungkasnya.

(adv/kro/radarbandung)