Tatanan Baru Pesta Pernikahan: Berfoto Wajib Berjauhan, Tamu Undangan Dibagi Shift

oleh -
Ilustrasi

Tatanan Baru Pesta Pernikahan: Berfoto Wajib Berjauhan, Tamu Undangan Dibagi Shift

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) turut mempengaruhi berbagai kegiatan.

Baca Juga: Pengunjung Mal di Bandung Masih Sepi, Diprediksi Ramai Akhir Pekan

Termasuk di dalamnya, jasa penyedia pernikahan yang juga harus berbenah di era New Normal. Sebab, prosesi pernikahan cukup riskan menimbulkan kerumunan.

Tatanan pesta pernikahan praktis berubah saat AKB. Ada hal-hal dalam pesta yang mesti diubah guna meminimalisir kerumunan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Baca Juga: Pemkot Bandung akan Buka Bioskop Lebih Dulu, Tempat Pijat dan Karaoke Belakangan

Hilman Dwi Putra dari Sayhi Wedding Organizer menyebut, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan soal tatanan baru pesta pernikahan.

Menurutnya, Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia telah mengeluarkan protokol kesehatan dan keamanan di resepsi pernikahan.

Baca Juga: Ini 4 Alasan Cewek Terpikat pada ‘Bad Boy’

Disana memuat banyak peraturan baru terkait tata cara pesta pernikahan, mulai dari akad hingga resepsi.

“Pastinya ada banyak perbedaan pesta pernikahan dulu dan sekarang. Kami juga sebagai penyedia jasa pernikahan sudah mendapat informasi mengenai protokol kesehatan dan keamanan pernikahan di era New Normal. Dari segi desain dekorasi pun pasti berubah,” ungkapnya saat dihubungi.

Baca Juga: 7 Sinyal Ini Bisa Jadi Tanda Pasangan Sedang Selingkuh

Hilman menerangkan, dekorasi yang signifikan berubah ada pada pelaminan dengan harus ditambah tangga di bawahnya untuk menghindari kerumunan. Luas pelaminan juga diatur sedemikian rupa supaya saat foto bersama tak berdekatan, namun tetap dapat esensi kebersamaan dan kebahagiaan sepasang pengantin.

Ia menerangkan, sebagai jasa penyedia pernikahan harus memberi solusi, sekaligus sosialisasi supaya gelaran pesta pernikahan bisa tetap lancar dengan memperhatikan standar protokol kesehatan.

Baca Juga: Promo Paket Akad Nikah El Royale Hotel Bandung, Cuma Rp 8 Jutaan

Beberapa di antaranya online registrasi bagi tamu yang akan datang dan scan barcode untuk mengisi buku tamu.

“Pokoknya benar-benar gimana caranya tidak ada kontak fisik, baik itu antara tamu dengan kedua mempelai, atau WO dengan pihak mempelai,” ujar Hilman.

Baca Juga: Kebahagiaan Faktanya Memang Bisa Dibeli dengan Uang, Setuju?

Soal jumlah tamu undangan, sesuai peraturan pemerintah yang hanya mengizinkan kapasitas 30 persen di area tertutup, Hilman menyebut, salah satu solusinya membagi ke dalam dua sesi tamu undangan.

“Ya mungkin nanti bisa di bagi jadi dua shift, pertama itu shift untuk keluarga dan saudara, shift kedua baru saudara dan kerabat mempelai. Sehingga kapasitasnya nggak terlalu penuh, tapi tamu yang mau datang bisa tetap bertemu mempelai pengantin,” urainya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Izinkan Resepsi Pernikahan, Kartu Undangan Wajib QR Code

Penyesuaian lain yang dilakukan pihak pengelola gedung selaku penyedia tempat acara, antara lain mengubah layout catering untuk menyesuaikan physical distancing, menyediakan guide atau informasi layout jarak aman termasuk di dalam lift.

Untuk memastikan keamanan dan kesehatan, setiap orang di dalam diwajibkan mengenakan masker, menyiapkan masker bagi yang tidak mengenakan, pengukuran suhu tubuh saat memasuki ruangan, menyediakan hand sanitizer, dan menyiapkan ruangan khusus bagi tamu dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat celsius.

(fid)