PPDB SMPN di KBB untuk 13.120 Siswa! Hindari Error, Pendaftaran Bisa Dilakukan Kolektif

oleh -

PPDB SMPN di KBB untuk 13.120 Siswa! Hindari Error, Pendaftaran Bisa Dilakukan Kolektif

RADARBANDUNG.id, BANDUNG BARAT- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kab. Bandung Barat (KBB) diperuntukkan bagi sebanyak 13.120 siswa.

Baca Juga: Situs PPDB 2020 Jabar Sulit Diakses, Ortu Siswa Ngadu ke Disdik

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung Barat menyebut, jumlah itu diperuntukan dalam PPDB online jalur zonasi 50 persen, prestasi 25 persen, afirmasi 20 persen dan perpindahan 5 persen.

Kepala Bidang SMP pada Disdik Bandung Barat, Dadang A. Sapardan menjelaskan, jumlah SMPN saat ini 67 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Kab. Bandung Barat.

Baca Juga: Ini Pendapat Ortu di Jabar Soal Program Belajar di Rumah Hasil Survei PFI

“Rombongan belajar (Rombel) yang tersedia saat ini sebanyak 410,” sebut Dadang kepada radarbandung.id, Rabu (24/6/2020).

Dadang mengklaim, pelaksanaan PPDB untuk jalur zonasi sejauh ini berjalan lancar sesuai rencana awal. Termasuk pemberlakuan protokol kesehatan COVID-19 di setiap sekolah.

Baca Juga: PPDB di KBB Digelar Online, Tapi Jika Menemui Kendala Ortu Bisa Daftar Langsung ke Sekolah

“Alhamdulillah semua berjalan lancar untuk PPDB di hari ketiga ini, mudah-mudahan terus seperti ini hingga pengumuman dan selesai,” harap dia.

Dadang menegaskan, upaya memaksimalkan PPDB daring terus dilakukan. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah awal siswa.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Siswa di Jabar Masih Belajar dari Rumah

“Untuk menghindari gangguan teknis dan keterbatasan sarana dan prasarana penunjang pendaftaran (PPDB) ini dilakukan secara kolektif,” katanya.

Ia mengimbau kepada sekolah dalam penyelenggaraan PPDB senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan baik guna menghindari penyebaran COVID-19 di wilayah sekolah.

“Orang tua siswa atau masyarakat, tidak tertutup kemungkinan datang ke tempat sekolah yang dituju lantaran berbagai pertimbangan, salah satunya terkendala sarana dan prasarana,” tukasnya.

(kro)