Simulasi Resepsi Nikah di Bandung: Tamu Tak Bisa Dekati Pengantin, Anak-anak dan Lansia Dilarang Hadir

oleh -
Kalender Event 2021, Bandung Lautan Ontel hingga Temu Pendekar
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana meninjau simulasi resepsi pernikahan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). (Humas Pemkot Bandung)

Ia mengatakan, untuk anak-anak dan lansia masih tidak diperbolehkan hadir karena berisiko. Selain itu, harus disiapkan kursi di luar gedung dan layar monitor.

“Juga ada ruang isolasi, kalau (tamu undangan) suhunya melebihi diisolasi dulu. Tunggu beberapa menit di cek lagi kalau turun boleh, tapi kalau tetap kita minta dirujuk ke Puskesmas,” lanjutnya.

Sedangkan terkait resepsi di rumah, Yana mengatakan, akan diizinkan selama standar protokol kesehatan yang sangat ketat juga dilakukan.

“Kalau di rumah kelihatannya kita akan minta teman-teman di kewilayahan yang melakukan pengawasan. Selama standar protokol kesehatannya dilakukan seperti masker, jaga jarak, Insya Allah bisa,” ucapnya.

Menurutnya, Pemkot Bandung juga akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) melalui dinas terkait. SOP akan diberikan pada Kantor Urusan Agama (KUA) yang terlibat dalam pernikahan dan untuk menyosialisasikan hal tersebut.

“Kalau ternyata tidak dilakukan oleh WO, misal panitia rumah. Jadi ini loh ada standar protokol kesehatannya yang harus dilakukan, itu bisa dari KUA,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung, Aries Ismullah Ardiansyah berharap bisa mendapat kelonggaran dan menghidupkan kembali dunia jasa pernikahan meski secara bertahap.

“Sebelumnya kita sudah beraudiensi dengan Pak Yana untuk mempresentasikan protap pernikahan. Sekarang kita implementasinya. Pelaku bisnis ini ada banyak yang terdampak sudah tiga bulan berhenti, terutama pekerja lepas ada puluhan ribu,” katanya.

Menurut Aries, pihaknya juga akan mengkaji kembali terkait biaya pernikahan yang kemungkinan akan ada kenaikan karena penyedia protap standar protokol kesehatan juga dari jasa pernikahan.

“Sepertinya sih ada kenaikan. Tapi sepertinya tidak sampai dua kali lipat, masih wajar. Nantinya dari pihak kami juga akan merekomendasikan vendor-vendor siapa saja yang diizinkan beroperasi,” katanya.

(ysf)