Di Bandung, Ribuan Perempuan jadi Janda Selama Pandemi Covid-19

oleh -
Ilustrasi

Di Bandung, Ribuan Perempuan jadi Janda Selama Pandemi Covid-19

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Selama 4 bulan terakhir yang juga menjadi masa pandemi Covid-19, angka perceraian di Kota Bandung mencapai ribuan kasus.

Baca Juga: PSBB Tingkat Provinsi Jabar Akhirnya Dihentikan

Pengadilan Agama Kota Bandung menerima pendaftaran gugatan perceraian sebanyak 1.449 gugatan, dengan 1.355 putusan telah dilakukan sejauh ini.

Dengan rincian, jumlah gugatan yang masuk diperiode Maret ada sebanyak 433 gugatan, April 103 gugatan, Mei sebanyak 207 gugatan dan Juni hingga tanggal 24 sebanyak 706 gugatan.

Baca Juga: Bendera Dibakar, PDIP Jabar Terima Banyak Pesan Kekesalan Kader, Semua Diminta Tetap Tenang

Ketua Pengadilan Agama Kota Bandung, Acep Saifudin mengatakan, dibandingkan angka rata-rata tahun lalu, terjadi tren penurunan jumlah gugatan perceraian. Dimana sebelum pandemi, rata-rata ada 600 gugatan cerai setiap bulan.

Baca Juga: Akad Nikah, Hanya Rp350 Ribu Per Orang

Acep tak merinci apa penyebabnya. Namun, didasarkan data, Maret, April dan Mei saat masa PSBB, angkanya cenderung sedikit.

“Kebijakan yang dibuat Pengadilan Agama Bandung (saat pandemi Covid-19) salah satunya dengan penerapan pendaftaran gugatan hanya melalui online atau e-court,” jelasnya, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: 7 Sinyal Ini Bisa Jadi Tanda Pasangan Sedang Selingkuh 

Sementara ketika adaptasi kebiasaan baru (AKB) mulai diberlakukan awal Juni, layanan pendaftaran dilakukan secara manual langsung. Ini terbukti dari jumlah gugatan pada Juni mencapai 706 gugatan.

“(Faktor penurunan) mungkin bisa karena saat PSBB masyarakat tidak keluar rumah, otomatis masyarakat sedikit sekali yang datang ke Pengadilan Agama Bandung, hingga terjadi penurunan drastis pendaftaran perkara perceraian pada masa pandemi ” terangnya.

(bbb/ysf)