Jabar Tawarkan 209 Proyek Investasi Total Rp 700 Triliun

oleh -
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Jabar Tawarkan 209 Proyek Investasi Total Rp 700 Triliun

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar berupaya menggerakkan kembali roda ekonominya yang ikut terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga: Akad Nikah, Hanya Rp350 Ribu Per Orang

Salah satunya, terus menawarkan sekitar 209 proyek investasi dengan total kurang lebih Rp700 triliun.

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, proyek tersebut mayoritas berkaitan infrastruktur, antara lain proyek di bidang transportasi, Light Rail Transit (LRT), hingga proyek pemukiman dan perumahan warga.

Baca Juga: Simulasi Resepsi Nikah di Bandung: Tamu Tak Bisa Dekati Pengantin, Anak-anak dan Lansia Dilarang Hadir

“Karena Jabar penduduknya 50 juta orang, kami butuh infrastruktur yang besar, tapi dana kami tidak cukup. Oleh karena itu, kami menawarkan ada sekitar 209 proyek investasi yang kami tawarkan ke seluruh dunia,” kata Ridwan Kamil saat memberikan keynote speech dalam acara MarkPlus “Government Roundtable Series COVID-19: New, Next, Post” dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (25/6/2020).

“Total (nilai investasi) kurang lebih sekitar 700 triliun rupiah untuk 60 proyek transportasi, 36 proyek air, 30 proyek pemukiman dan perumahan, 21 proyek LRT, dan lain-lain,” tambahnya.

Baca Juga: Inovasi Perguruan Tinggi Bantu Jabar Tangani COVID-19

Untuk investasi tersebut, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya mencoba menghindari proyek investasi lewat pinjaman.

Alih-alih, menerapkan skema KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha) alias public private partnership, di mana investor (private) memfasilitasi sarana dan prasarana pembangunan proyek untuk kemudian dibayarkan oleh pemerintah (public) setelahnya sesuai dengan kesepakatan bersama.

Baca Juga: Tiket Wisata ke Luar Angkasa Rp 1,7 Miliar Sekali Jalan

“Dalam membangun (proyek investasi) ini kami bisa terima cash-nya seperti municipal bond atau obligasi daerah maupun pinjaman bank. Tapi karena repot dengan proses lelang dan pembangunan, (Pemda) Jabar sebenarnya lebih menyukai konsep KPBU atau public private partnership, di mana proyeknya dibangun baru kami bayar di kemudian hari,” paparnya.

Dirinya mencontohkan, sudah ada beberapa proyek yang siap dikerjakan dengan konsep public private partnership.

“Antara lain yang siap adalah waste to energy senilai 100 triliun rupiah, water treatment plant, juga LRT Bandung Raya,” kata Ridwan Kamil.

Baca Juga: ‘Ritual’ Wajib Turis Timur Tengah Selepas Liburan di Puncak, Membangun Masjid

Selain investasi berbentuk proyek, ia juga membuka pintu investasi di sektor industri karena Jabar adalah rumah bagi 60 persen industri se-Tanah Air.

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan 11 kota dengan new high technology zone alias kota yang punya zona berteknologi tinggi untuk industri, seperti Pelabuhan Patimban (Subang), Aerocity (Bandara Kertajati Majalengka), kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka), dan Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan). Kota baru ini ditawarkan kepada 11 investor besar, sehingga para investor masing-masing dapat mengelola satu dari 11 kota tersebut.

Baca Juga: Domba ‘Dajjal’ Bikin Geger!!

Selama ini, Pemprov Jabar berhasil menempati urutan pertama atau jawara dalam berinvestasi. Tahun lalu, Jabar sukses menggiring investor-investor besar dunia seperti Hyundai, Petrokimia hingga Amazon, dengan nilai investasi sejauh ini mencapai Rp137,5 triliun.

Dengan 209 proyek investasi yang terus ditawarkan kepada dunia, Jabar berupaya meningkatkan ekonomi sekaligus mendorong pembangunan demi kesejahteraan hampir 50 juta warganya.

“Kami selalu juara setiap tahun. Tahun lalu sebelum (pandemi) COVID-19, (nilai investasi) yang masuk ke Jabar (sudah) Rp137,5 triliun. (Rinciannya antara lain) Hyundai Rp40 triliun, Petrokimia dari Taiwan masuk lebih dari Rp100 triliun, kemudian Amazon bikin data center juga sekitar belasan triliun itu sudah masuk,” tukasnya.

(*)