Berkurban Idul Adha di Bandung Saat Pandemi Covid-19, Simak Dulu Aturannya!

oleh -
penjual hewan kurban
Ilustrasi. Foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

Berkurban Idul Adha di Bandung Saat Pandemi Covid-19, Simak Dulu Aturannya!

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengimbau umat muslim berkurban pada Idul Adha 1441 Hijriah mendatang.

Baca Juga: 8 Pegawai RSGM Unpad Terkonfirmasi Positif Covid-19

Namun ia meminta agar warga tetap memperhatikan protokol kesehatan saat menyembelih dan membagikan hewan kurban.

Wali kota mengungkapkan hal itu saat memberikan arahan kepada 40 DKM se-Kelurahan Antapani Kidul terkait ibadah Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 di Masjid Baitul Mukmin Jalan Purwokerto, Minggu (28/6/2020).

Baca Juga: Simak! Berikut Arahan Yana Mulyana Soal Resepsi Pernikahan

“Saya mengimbau kepada semua warga Kota Bandung, DKM dan tokoh masyarakat, dalam rangka Idul Adha, saat Salat Id, tetap harus dijaga protokol kesehatannya. Di masjid atau lapangan yang penting jaga jaraknya,” katanya.

Menurutnya, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Seperti membagikan kurban dalam bentuk kemasan atau disalurkan melalui Rumah Potong Hewan (RPH).

Baca Juga: PSBB Tingkat Provinsi Jabar Akhirnya Dihentikan

“Ada juga yang menyarankan dalam bentuk makanan matang ada juga kornet. Mereka (warga) belikan kambing atau sapi, diolah oleh mereka (penyedia hewan kurban) menjadi kornet. Saya kira itu teknis, pada prinsipnya semangat berkurbannya jangan sampai hilang,” tuturnya.

Baca Juga: AKB Kota Bandung Belaku 2 Pekan, Ini Ketentuan Ojek Online hingga Resepsi Pernikahan

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kota Bandung, Bambang Sukardi menjelaskan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi harus lebih hati-hati. Harus mengutamakan kebersihan dan menjaga jarak.

“Terutama kepada seluruh panitia kurban yang ada di DKM masing-masing. Harus berkomitmen menaati protokol kesehatan. Di antaranya menggunakan masker, itu wajib,” tuturnya.

“Tempatnya juga harus clear dan bersih. Sebelumnya disemprot disinfektan, peralatan yang digunakan panitia dibawa masing-masing dan sudah bersih, sebelum maupun sesudah digunakan,” imbuhnya.

Ia mengimbau, untuk kepanitiaan Idul Adha pun tidak perlu terlalu banyak. “Gunakan tenaga professional untuk yang memotong. Dalam pelaksanaan pembagian hewan kurban, perlu diantisipasi juga agar tidak ada kerumunan,” pinta Bambang.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri telah merilis protokol kesehatan yang wajib dilakukan di Hari Raya Idul Adha 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Covid-19.

(*/ysf)