Orangtua Siswa Bingung PPDB di Kota Bandung, Jarak Zonasi Berubah, Anak Pun Terlempar

oleh -
Orang tua siswa antre untuk menyampaikan keluhan PPDB di Kantor Disdik Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Senin (29/6). Foto: M. Dikdik R. Aripianto/Radar Bandung

Orangtua Siswa Bingung PPDB di Kota Bandung, Jarak Zonasi Berubah, Anak Pun Terlempar

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung dikeluhkan sejumlah orangtua siswa.

Mereka mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk menyampaikan keluhannya, Senin (29/6/2020).

Beberapa orangtua mengeluhkan terkait akurasi lokasi pada penerimaan jalur zonasi. Keluhan, misalnya, disampaikan orangtua siswa, Wian (45).

Warga Ujung Berung itu mengaku, data zonasi anaknya yang tertera di situs PPDB tiba-tiba bergeser. Titik koordinat Wian awalnya dalam radius masuk zonasi dengan jaraknya 500 meter dari sekolah, namun berubah menjadi 750 meter.

“Saya tidak bohong, titik koordinatnya jadi bergeser. Saya tidak mengerti kenapa. Saya tanya ke sekolah asal, disuruh datang Disdik. Jadi saya datang ke sini,” katanya dengan memperlihatkan bukti dokumen koordinat.

Hari itu, Wian mengaku telah menyampaikan keluhan itu kepada petugas Disdik. Namun, kata Wian, petugas Disdik belum memberikan jawaban tegas.

Petugas malah sempat berbalik bertanya kepada Wian. Akhirnya, Wian hanya diharuskan mengisi formulir aduan, lalu dijanjikan akan diberi kabar selanjutnya.

“Saya datang dari jam satu siang, baru selesai jam segini (17.00). Tadi saya sudah sampaikan keluhan beserta dokumennya kepada petugas. Petugas Disdik malah balik bertanya ke saya, ‘kenapa bisa berubah’. Ya, saya kan tidak tahu, makanya ke sini,” jelasnya.

Karena pergeseran koordinat tersebut, Wian gagal mendaftarkan anaknya ke sekolah tujuan. Dan akhirnya terlempar ke sekolah swasta yang merupakan pilihan ketiga.

“Pilihan pertama SMP 50, jaraknya 450 meter, saya masukin titik kordinatnya 500 meter dilebihin tapi bergeser ke 751 meter, pilihan kedua SMP 8 jaraknya satu kilo lebih, tapi malah masuknya ke SMP PGRI Swasta yang jaraknya makin jauh,” ungkap dia.

“Saya berharap anak saya masuk negeri karena biayanya lebih murah daripada sekolah di swasta. Apalagi saat pandemi seperti ini,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Disdik Kota Bandung Cucu Saputra mengatakan, pergeseran data memang terjadi selama pendaftaran masih dibuka, yakni berdasarkan jarak yang paling dekat.

Baca Juga: Kesulitan PPDB Online di Bandung, Ortu Masih Datangi Sekolah, di SD 001 Merdeka Ini Buktinya

“Itu fluktuasi, terdapat pergeseran. Seharusnya orangtua melihat melihat itu saat pengumuman akhir,” kata Cucu.

Namun, lanjut Cucu, banyak orangtua yang mengira bahwa situs PPDB merupakan data informasi yang statis atau paten. Cucu menegaskan, data yang paten adalah pada pengumuman terakhir.

Jika tidak masuk pada pilihan kesatu dan kedua, maka akan masuk ke pilihan ketiga. “Yang final itu hari ini, tidak ada revisi,” pungkasnya.

(muh)