Jatuh dari Motor, 4 Bulan Qaumi Hawa Terbaring di Rumah

oleh -
Qaumi Hawa terbaring di rumahnya setelah mengalami luka pada lututnya usai jatuh dari sepeda motor.

Jatuh dari Motor, 4 Bulan Qaumi Hawa Terbaring di Rumah

RADARBANDUNG.id, CIMAHI- Sudah empat bulan Qaumi Hawa terbaring di rumahnya. Semakin hari lutut bagian kirinya terus membengkak.

Orang tua Qaumi, Iswati menceritakan, awalnya Qaumi terjatuh dari sepeda motor, tapi tidak dirasakannya. Namun, seminggu kemudian Qaumi mengeluhkan sakit pada lututnya. “Untuk pertolongan awal saya bawa ke pengobatan tradisional,” kata Iswati.

Tapi, bukan sembuh, luka yang dialami anak perempuannya itu malah semakin parah. Tak ingin luka anaknya makin parah, ia membawa Qaumi ke RS Mitra Kasih dan RSUD Cibabat.

“Saya ingin tahu kenapa kondisi lutut anak saya semakin memburuk,” katanya.

Hasil rontgen terhadap luka Qaumi pun diluar dugaan pihak keluarga. Ternyata tulang lutut Qaumi patah, hingga serpihan tulang itu menyebar dan bersarang di dalam daging. Akibatnya, lutut Qaumi mengalami pembengkakan yang cukup besar. Bahkan untuk berjalan pun sulit dan harus dibantu.

“Yang lebih kagetnya, dokter bilang ada tumor yang tumbuh di sekitar lutut anak saya,” ucapnya.

Dari hasil itu, pihak keluarga sudah menduga akan mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk pengobatan anaknya. Dokter merujuk pengobatan ke RSHS Bandung.

“Katanya ada tumor dalam tulang, tapi jinak atau nggaknya belum bisa diketahui,” ujarnya. Ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, keluarga Qaumi merasa cukup kesulitan mencari tambahan biaya pengobatan.

Hingga kabar ini sampai ke telinga Anggota DPRD Kota Cimahi, Enang Syahri Lukmansyah. Mendengar kabar sakitnya Qaumi, ia berusaha merespon kesulitan yang dialami keluarga Iswati.

“Kedatangan saya, saya merasa prihatin terhadap penderitaan yang dialami Qaumi,” kata Enang di rumah Iswati di Jalan Amir Machmud, Gang H. Ilyas RT4/2, Kota Cimahi.

Endang mengaku, mengetahui kabar ini dari kader Partai Nasdem. “Jelas keluarga Iswati butuh bantuan untuk menyembuhkan anaknya,” ucapnya. Sebab, untuk pemeriksaan awal saja, kata dia, dibutuhkan biaya sekitar Rp8 juta.

“Qaumi masih sekolah. Jangan sampai masa remajanya habis untuk berbaring saja. Tentu semua berharap sakit yang diderita Qaumi segera sembuh,” pungkasnya.

(gat)