Yuk Tengok Lagi Pasar Barang Antik Cikapundung

oleh -

Yuk Tengok Lagi Pasar Barang Antik Cikapundung

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Pasar ‘Antik’ Cikapundung sudah kesohor di kalangan kolektor barang vintage.

Bukan pasar pada umumnya, di tempat ini dijual ragam barang antik nan jadul yang jadi syurga bagi para kolektor.

Sudah berjaya sejak tahun 80-an, bangunan berlantai empat ini semakin populer karena barangnya yang lengkap.

Terletak di sisi Jalan Banceuy Kota Bandung dan Sungai Cikapundung, pasar ini dulunya tempat menjual barang elektronik terlengkap di Bandung. Kemudian sempat mati dan tidak ada aktivitas berkegiatan.

Terdiri atas 109 kios, Pasar Cikapundung menghadirkan berbagai barang antik, mulai dari lampu, lukisan, perabotan rumah tangga, patung, porselen, kristal lampu, radio jadul, dan lainnya.

Dibanderol dengan harga mulai puluhan ribu sampai jutaan rupiah, di sini juga menyediakan jasa reparasi barang elektronik.

Sekretaris Asosiasi Pedang Pasar Antik Cikapundung, Dedi mengatakan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung, sempat terjadi penurunan transaksi penjualan cukup signifikan.

Tapi setelah pemerintah mencabut kebijakan PSBB dan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Dedi menyebut kunjungan sudah mulai ramai.

“Untungnya kami sudah 2 tahun kami buka onlinenya. Jadi pengunjung yang tidak bisa membeli barang langsung bisa online,” katanya di lokasi, Selasa (30/6).

Pengunjung yang datang juga diwajibkan mengenakan masker selama berada di dalam pasar.

Salah satu pedagang Pasar ‘Antik’ Cikapundung, Rubi menyebut, sudah lama berjualan. Kesukaannya mengoleksi barang jadul mengantarkan dia berdagang di pasar unik tersebut.

Ada kebanggaan tersendiri saat dia berhasil mendapatkan barang yang sudah lama diincarnya.

Pada tokonya, Rubi menjual beragam barang jadul seperti patung, guci dan gelas-gelas unik.

“Ada patung yang usianya sudah lama, kemudian lampu-lampu unik dan guci juga ada di sini. Jadi ada sejarahnya dan ini nilainya bukan dari material tapi karena usianya yang sudah lama. Bahkan ada yang sudah tidak diproduksi lagi,” jelasnya.

Di sini juga ada lukisan yang dibanderol harga cukup tinggi. Lukisan itu bernilai sejarah sehingga berani menjualnya dengan harga yang tinggi.

(mg1/radarbandung)