Stadion Si Jalak Harupat Belum Ditunjuk FIFA Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

oleh -
pon
Ilustrasi: Stadion Si Jalak Harupat.

Stadion Si Jalak Harupat Belum Ditunjuk FIFA Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

RADARBANDUNG.id- PSSI memang sudah menyodorkan nama enam stadion sebagai venue Piala Dunia U-20 tahun depan.

Enam stadion itu adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Jakabaring Palembang, Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali. keenam nama bahkan sudah disodorkan ke Kementerian PUPR untuk segera diselesaikan proses renovasinya.

Namun, enam stadion itu ternyata belum dipilih FIFA. Hal itu disampaikan Menpora RI Zainudin Amali kemarin (1/7).

Dia menjelaskan, enam stadion tersebut adalah pilihan PSSI. “Jadi, keputusan itu sebenarnya penting untuk segera diambil karena PUPR membutuhkan kepastian, baik keputusan administrasi maupun pengerjaan. Kalau FIFA memutuskan lain, nanti disesuaikan,” paparnya.

Baca Juga: PSSI Tetapkan Stadion Si Jalak Harupat untuk Piala Dunia

Karena itu, dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo kemarin, PSSI diminta untuk segera berkomunikasi dengan FIFA. Sebab, Kementerian PUPR tentu membutuhkan waktu untuk melakukan pengerjaan renovasi stadion. “Ini pengerjaannya bukan sehari,” jelasnya.

Zainudin bercerita, memang ada perubahan dari nama enam stadion yang diusulkan PSSI. Sebab, sebelumnya sempat muncul nama Stadion Pakansari, Bogor, dan Stadion Mandala Krida, Jogjakarta.

Baca Juga: Si Jalak Harupat Tuan Rumah Piala Dunia, Ini Kata Bupati Bandung

“Bagi kami yang penting FIFA, kalau FIFA setuju kami jalani. Tapi, memang catatannya enam stadion tadi harus segera direnovasi dulu,” ujarnya. “Tapi, kalau FIFA tidak berkenan, tidak bisa bantah karena keputusan ada di FIFA. Kami siap mengerjakan apa yang diminta FIFA,” ucapnya.

Dari enam stadion yang diusulkan, Zainudin yakin empat di antaranya sudah pasti akan dipilih FIFA. Yakni SUGBK, Stadion Manahan Solo, Stadion GBT, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta.

“Itu sekiranya tidak akan berubah,”  ucapnya.

(jpc)