Sudah 2 Pekan Buka, Pedagang Pasar Baru: Tetap Saja Sepi Pembeli

oleh -
Suasana di dalam pusat perbelanjaan Pasar Baru di Jalan Otista, Kota Bandung, Kamis (2/7). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Sudah 2 Pekan Buka, Pedagang Pasar Baru: Tetap Saja Sepi Pembeli

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Pasar Baru Trade Center sudah kembali buka sejak Senin (15/6). Namun, Iwan Suhermawan, Ketua Umum Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), mengungkapkan pengunjung di Pasar Baru masih sepi.

“Pengunjung atau pembeli masih sepi, masih jauh dari harapan,” katanya kepada Radar Bandung, Kamis (2/7)

Di waktu normal sebelum pandemi Covid-19, pengunjung Pasar Baru tercatat bisa mencapai angka 5.000 hingga 10.000 dalam sehari, terutama di akhir pekan atau di hari libur. Namun kini, diperkirakan hanya 10 hingga 15 persen dari jumlah tersebut.

Bahkan, Iwan menyebut, hampir dua minggu Pasar Baru buka, sekitar setengah dari total pedagang mengaku kesulitan mendapat penglaris. Hanya ruang dagang di titik strategis yang mudah dilalui pengunjung yang lebih mudah mendapat penglaris.

Sepinya pengunjung, kata Iwan, telah terprediksi dari awal. Ia menilai ada beberapa penyebab, di antaranya, momen kebutuhan untuk belanja fesyen telah lewat saat lebaran kemarin.

Iwan juga menyadari bahwa, kondisi perekonomian masyarakat kini tengah sulit akibat pandemi yang hampir menginjak empat bulan. “Tingkat ekonomi masyarakat kan menurun drastis, sehingga berpengaruh pada tingkat daya beli masyarakat. Daripada belanja fesyen, masyarakat mungkin lebih memilih membeli kebutuhan pokok,” jelasnya.

Selain itu, Iwan menduga, banyak orangtua yang kini menyiapkan uang biaya sekolah anak yang kini masuk tahun ajaran baru. Biasanya, momen ini menguntungkan para pedagang kebutuhan sekolah, namun karena kegiatan pendidikan dilakukan daring, maka pedagang menjadi sepi pembeli.

“Selain itu, Pasar Baru kan terkenal dengan oleh-oleh haji dan busana muslimnya, para penjual kemudian terimbas pula oleh kebijakan penundaan keberangkatan haji,” katanya.

Hal lain, tersendatnya sektor pariwisata. Menurutnya, Pasar Baru yang terkenal pula sebagai destinasi wisata belanja di Kota Bandung kehilangan wisatawan yang biasanya berbelanja di sana. “Ada pembeli dari Malaysia, Singapura, atau Brunei yang mereka tak bisa ke sini karena pandemi,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, kata Iwan, pandemi membawa kemajuan bagi para Pasar Baru, yakni ketertiban. Para pedagang, kini mulai tertib dan terbiasa untuk menerapkan protokol kesehatan. Ada upaya untuk saling mengingatkan satu sama lain.

Iwan berharap, ini menjadi salah satu momentum perbaikan layanan di Pasar Baru sendiri. “Saya tidak bisa memprediksi secara pasti kapan akan ramai lagi, tapi saya yakin ini akan kembali lebih baik di tahun depan, yang jelas kami berharap pandemi akan segera selesai, dan perekonomian, khususnya kegiatan ekonomi di Pasar Baru bisa kembali pulih,” harapnya.

Hampir serupa, seorang pedagang seragam sekolah, Neli (40) mengatakan, tak sedikit pedagang yang memprediksi kondisi lesunya Pasar Baru meski telah dibuka. Neli berusaha mengerti dengan kondisi tersebut.

Yang terpenting baginya kini adalah bahwa para pedagang sudah bisa mulai berdagang lagi. “Ya, sepi. Saya merasakan itu, tapi terpenting sekarang kami telah mulai berdagang lagi. Ini mungkin butuh proses,” katanya.

(muh)