Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Melebihi Rata-rata Dunia, Tertinggi di Asia Tenggara

oleh -
meninggal-karena-covid-19-termasuk-mati-syahid
Ilustrasi pemakaman pasien korban meninggal Covid-19 (ROBERTUS RIZKY/JAWA POS)

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Melebihi Rata-rata Dunia, Tertinggi di Asia Tenggara

RADARBANDUNG,id- Sebagian masyarakat masih saja mengabaikan protokol kesehatan. Padahal kasus kematian di Indonesia akibat Covid-19 disebut masih tinggi dibanding negara lain.

Baca Juga: Kalung dari Kementan Diklaim Bisa Lumpuhkan Virus Corona Setelah Dipakai 15 Menit

Indonesia bahkan miliki angka kematian tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam 24 jam terakhir, angka kasus kematian Covid-19 harian tergolong cukup tinggi. Bertambah 82 kasus sehari. Sehingga totalnya menjadi 3.171 kematian.

Baca Juga: Ridwan Kamil Keluarkan Rapor Kinerja Gugus Tugas Kabupaten Kota

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengakui angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia melebihi rata-rata dunia. Angka kematian di Indonesia mencapai 5 persen sedangkan rata-rata dunia 4,72 persen.

“Untuk data meninggal, angka kita secara nasional 5 persen. Lebih tinggi dari rata-rata dunia 4,72 persen,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (5/7).

Baca Juga: 21 Karyawan Unilever Positif Covid-19

Mengacu pada data Worldometers, angka kematian Indonesia terbilang fantastis. Malaysia 121 kematian. Thailand 58 kematian. Vietnam nol kematian. Myanmar 6 kematian. Brunei 3 kematian. Kamboja nol kematian. Laos nol kematian. Singapura 26 kematian. Filipina 1.209 kematian.

Angka pasien sembuh di Indonesia juga masih di bawah rata-rata dunia. Total pasien sembuh sudah sebanyak 29.105

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di Jabar Bertambah 58, Total Jadi 3.276

“Angka sembuh total, kita berada di angka 45,52 persen nasional. Kalau secara global kita di bawah rata-rata global yakni 56,71 persen,” jelasnya.

Yurianto mengklaim banyaknya kasus positif harian, bukan berarti seluruhnya harus dirawat di rumah sakit. Ada yang gejalanya ringan atau tanpa gejala, bisa melakukan isolasi mandiri secara ketat di rumah. Sedangkan jumlah kapasitas tempat tidur masih cukup banyak yakni 53,39 persen

“Posisi tempat tidur masih cukup. Lebih dari cukup. Kita tak ada ruang merasa pesimis namun mutlak perlu upaya, memutus kasus penularan. Upaya tracing penelusuran kontak terus dilakukan,” tandasnya.

(jpc)