Pemkot Bandung Ancang-ancang Buka Tempat Hiburan, Minuman Beralkohol Jadi Masalah

oleh -
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna saat meninjau kesiapan pengelola tempat hiburan malam dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, Selasa, 7 Juli 2020

Pemkot Bandung Ancang-ancang Buka Tempat Hiburan, Minuman Beralkohol Jadi Masalah

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan, ada sekitar 10.000 orang terdampak akibat tutupnya tempat hiburan di Kota Bandung.

Baca Juga: Di Jabar, Ada 2 Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Salah Satunya Institusi Pendidikan Kenegaraan di Bandung Raya

Saat ini Pemkot Bandung memberikan perhatian terhadap sektor ini karena juga merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam kondisi normal pajak hiburan memberikan kontribusi sebesar Rp90 miliar bagi PAD.

Baca Juga: VIDEO: Mahar Sandal Jepit, Pernikahan Helmi-Yudi Tak Dihadiri Orang Tua Istri

“Dalam kondisi saat ini perkiraan paling tinggi sekitar Rp60 miliar,” kata Ema usai meninjau tempat hiburan “Happy Puppy Karaoke” di Jln. Pasirkaliki, Selasa (7/7/2020).

Ema menuturkan, akan terus meninjau tempat hiburan hingga pekan ini. Hasil peninjauan dilaporkan kepada Wali Kota Bandung.

Baca Juga: Sudah 60 Tempat Hiburan di Bandung Dicek Kesiapan Protokol Kesehatan, Ini Hasilnya

“Monitoring tempat hiburan yang saya lakukan ini yang ketiga, tapi dalam waktu bersamaan tim juga bergerak. Tinggal nanti hasilnya kalau semua jadwal ini sudah diselesaikan kita pasti akan rembuk dengan seluruh tim,” katanya.

Menurut Ema, kebijakan dibukanya kembali tempat hiburan merupakan wewenang wali kota. Keputusan didasarkan pada banyak hal yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Ema mengungkapkan, dari monitoring yang dilakukan di sejumlah tempat hiburan, penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan. Secara umum di beberapa tempat hiburan standar protokol kesehatannya sudah disiapkan dengan baik.

Baca Juga: Pemkot Bandung Bisa Dirikan Check Point Lagi dan Tutup Jalan

“Secara umum protokol kesehatannya sudah disiapkan, termasuk tempat isolasi dan SOP secara keseluruhan. Untuk di sini, ada beberapa catatan seperti lorong yang sempit. Tentunya menjadi catatan-catatan kita,” katanya.

“Selama pegawai dan pengunjung bisa berpegang pada kedisiplinan yang maksimal serta menjalankan semua SOP, semua kekhawatiran itu bisa dijawab,” lanjutnya.

Terkait minuman beralkohol, Ema mengatakan, jika tempat hiburan sudah memiliki Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (ITPMB) maka dianggap legal. Namun di tengah pandemi Covid-19, muncul persoalan lain berkaitan dengan minuman berakohol tersebut.