Muncul 2 Klaster Baru, Begini Cara Penanganan GTPP Covid-19 Jabar

oleh -
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Muncul 2 Klaster Baru, Begini Cara Penanganan GTPP Covid-19 Jabar

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Pemprov Jabar melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) harus menghadapi sekelumit permasalahan di tengah upaya mengatasi penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Warga Sekitar Secapa AD Bandung Tolak Rapid Test

Setelah ada 2 klaster baru, mereka menerima keluhan dari pengusaha yang kesulitan melakukan tes masif secara mandiri.

Seperti diketahui, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto merilis data 1.262 siswa dan pengajar Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Hegarmanah Kota Bandung terinfeksi Covid-19, dengan 17 orang di antaranya dirawat di RS Cimahi. Sisanya, tanpa gejala atau gejala minimal (OTG).

Baca Juga: Klaster Secapa AD di Bandung, 1.262 Siswa Tertular COVID-19

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad mengatakan, klaster tersebut sudah ditangani pihak TNI AD, termasuk dalam hal pelacakan.

Pihak TNI sendiri dinilai sangat mengerti dan cepat dalam pelacakan kontak pasien positifnya. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, katanya, terus memantau perkembangan penanganan penyebaran Covid-19 di klaster tersebut.

Baca Juga: 21 Karyawan Unilever Positif Covid-19

“Jadi tindak lanjutnya, terus memantau dari Gugus Tugas dan kita yang jelas bahwa ya kita harus waspada saja lah masyarakat,” kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (9/7).

Sama seperti kasus penyebaran Covid-19 lainnya, angka orang yang positif dari klaster tersebut diumumkan juga oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional dan masuk dalam pendataan Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar atau Pikobar.