Selama AKB, BPJS Kesehatan Permudah Layanan

oleh -
MEMAPARKAN: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Mokhamad Cucu Zakaria menerangkan terkait kemudahan layanan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Jumat (10/7).

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal. Namun ada sejumlah protokol kesehatan yang harus diterapkan di tengah masa penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pemerintah Kota Bandung juga telah menetapkan aturan melalui Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 37 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan AKB dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Dengan kondisi itu, BPJS Kesehatan menerapkan kemudahan layanan di masa AKB. Layanan itu dapat dimanfaatkan langsung peserta tanpa ke Kantor Cabang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Mokhamad Cucu Zakaria mengatakan, layanan itu misalanya, pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) baru. Perubahan data (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), alamat domisili, nomor handphone, dan alamat email dan hak kelas rawat peserta PBPU), pemberian informasi dan penanganan pengaduan, dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN.

“Selain layanan pendaftaran peserta mandiri baru, perubahan data, dan pemberian informasi dan penanganan pengaduan, peserta dapat mengakses fitur Konsultasi Dokter di Aplikasi Mobile JKN. Komunikasi dengan dokter FKTP melalui fitur ini akan sangat membantu peserta yang membutuhkan layanan,” papar Cucu Zakaria, dalam kegiatan Temu Media, Jumat (10/7).

Cucu menerangkan, utuk teknisnya peserta dapat menyampaikan keluhan dan konsultasi melalui chat dengan dokter dimana peserta tersebut terdaftar. Dokter di FKTP dapat memantau kondisi kesehatan pesertanya meskipun tanpa kontak langsung melalui Mobile JKN Faskes. Menurutnya, walau saat ini sudah masa AKB, namun masyarakat harus tetap waspada dan menghindari kemungkinan penularan virus Covid-19.

“Untuk di Kota Bandung, saat ini 25 FKTP telah menyelesaikan proses aktivasi Mobile JKN Faskes. Kami akan terus berupaya untuk memaksimalkan penerapan fitur ini di seluruh FKTP yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Bandung,” ungkapnya.

Kata Cucu, selain melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengakses kemudahan layanan melalui BPJS Kesehatan Layanan Chika, Layanan Vika dan Care Center 1500 400. Layanan yang belum dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN seperti penambahan anggota keluarga peserta mandiri dan perubahan data seperti Nama, Nomor Induk Kependudukan, dan tanggal lahir.

“Peserta dapat melakukan panggilan melalui Care Center 1500 400,” imbuhnya.

Sebagai informasi, saat ini kepesertaan JKN-KIS di Kota Bandung sebanyak 2.371.276 jiwa atau 95,60 persen dan telah bekerja sama dengan 40 FKRTL (29 Rumah Sakit dan 11 Klinik Utama) serta 203 FKTP (73 Puskesmas, 98 Klinik Pratama, 18 Dokter Prakter Perorangan (DPP), 2 Dokter Gigi, dan 12 Klinik TNI/polri.

(arh)