Publik Rindu Nonton Bioskop, Tapi Cemas

oleh -
Ilustrasi (IST)

Publik Rindu Nonton Bioskop, Tapi Cemas

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) segera membuka kembali kegiatan operasional bioskop mulai Rabu (29/7/2020), sejak ditutup akibat pandemi Covid-19 pada Maret lalu.

Rencana pengoperasian kembali bioskop ini, ditanggapi beragam oleh publik. Meskipun ingin menikmati hiburan, namun sebagian warga cukup cemas karena belum ada tanda pandemi Covid-19 mereda.

Warga Jatinangor, Ulfah Aristia (20) mengaku takut terpapar dan akan berpikir dua kali untuk nonton bioskop hingga kasus Covid-19 di Indonesia menurun.

Ia pun menganggap nonton bioskop saat pandemi bukan hal bijak. “Saya sebenarnya berharap bioskop tak dibuka dulu karena kasus corona masih ada kan, takut kasusnya tambah banyak. Tapi ya kalau misal harus dibuka mudah-mudahan di bioskop bisa diterapkan protokol kesehatan, diberlakukannya minimal ada batasan pengunjung,” ungkapnya, Sabtu (11/7/2020).

Warga Cipaganti Kota Bandung, Azi Zulhakim (21) mengemukakan pendapat senada. Ia mengaku cemas jika harus berada di tempat ramai saat pandemi. Hanya saja, Azi mengakui ada keinginan nonton bioskop untuk sekedar menghibur diri.

Ia mengaku sudah cukup lama menunggu beberapa film tayang di  bioskop. Tentunya, ia akan membekali diri sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah saat nonton bioskop jika kembali dibuka 29 Juli, seperti mengenakan masker.

“Saya tak terlalu berharap sih bioskop buka di tengah pandemi. Tapi sedikitnya saya ada keinginan ke bioskop karena ada beberapa film yang ingin saya tonton secara langsung, karena kebetulan tayangnya di tahun 2020, tapi saya berharap (saat bioskop kembali dibuka) ada penerapan protokol kesehatan ketat yang diberlakukan,” harap dia.

Seperti misal, diterapkannya physical distancing, kewajiban bermasker hingga pemakaian hand sanitizer. “Bioskop salah satu tempat yang ramai dikunjungi, jadi perlu persiapan protokol kesehatan agar aman, tetapi tetap memperhatikan kenyamanan pengunjung,” ungkapnya.

Sementara Julsan (20), mengingatkan persiapan pembukaan bioskop agar dimatangkan supaya bioskop tak jadi tempat penyebaran baru virus. “Boleh-boleh aja bioskop dibuka menurut saya, asalkan protokol kesehatan berlaku, karena covid-19 belum hilang kan, jadi yang paling diutamakan protokol kesehatannya,” kata warga Gedebage ini mengutarakan pendapatnya.

“Kursinya misalnya, sering-sering dibersihkan dan seluruh ruangannya, tetap jaga jarak di ruangan,  kursi nggak diisi semua dikasih jarak, pengunjung yang mau masuk dites suhu tubuh, atau kalau perlu (pengunjung) disertai surat rapid test yang menyatakan non reaktif agar tidak terjadi penyebaran virus di bioskop. Ya menurut saya itu harus dilakukan, meski nontonnya jadi kurang asyik,” tukasnya.

Baca Juga: Bioskop di Seluruh Indonesia Buka Serentak 29 Juli

Diberitakan sebelumnya, GPBSI akan membuka kembali operasional bioskop mulai Rabu (29/7/2020). GPBSI menaungi jaringan bioskop di Indonesia, yakni Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex.

Terkait ini, Public Relations Manager CGV Hariman Chalid mengatakan, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada seluruh fasilitas dalam bioskop.

Penerapan protokol mengacu pada protokol kesehatan bioskop yang ditetapkan pemerintah. (Berita sebelumnya: 29 Juli Bioskop Buka Serentak, Kanan-Kiri Bangku Kosong).

Sementara di Kota Bandung sendiri belum diputuskan bioskop bisa kembali dibuka di tanggal tersebut. Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna menyebut, kabar bioskop beroperasi serentak 29 Juli bukan keputusan pemerintah.

“Kalau ada kabar bioskop beroperasi serentak 29 Juli itu bukan keputusan pemerintah. Melainkan harapan dari asosiasi,” ungkap Ema, Kamis (9/7/2020) lalu. (Berita sebelumnya: 29 Juli Bioskop Buka Serentak, di Bandung Belum Tentu)

Menurutnya, dibuka atau tidaknya bioskop atau tempat hiburan lainnya, sangat bergantung kebijakan kepala daerah. Namun, demikian Pemkot Bandung memastikan akan segera memutuskan jadwal pembukaan kembali bioskop berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

(mg1/ysf/radarbandung.id)