PSBM di Kawasan Secapa AD Hegarmanah Dimulai Awal Pekan Ini

oleh -
Ketua Pelaksana Harian GTPP Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. (Humas Pemkot Bandung)

PSBM di Kawasan Secapa AD Hegarmanah Dimulai Awal Pekan Ini

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bandung tengah mematangkan skema pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap, sebagai langkah penanganan klaster Covid-19 di Secapa AD.

Baca Juga: KSAD Jenderal Andika Perkasa Beber Kronologi Temuan Covid-19 dan Situasi Terkini di Secapa AD

Ketua Pelaksana Harian GTPP Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menuturkan, ada dua pilihan pada penerapan PSBM Kecamatan Cidadap. Pertama, pembatasan sesuai teritorial wilayah kecamatan. Kedua, penyekatan dengan jarak tertentu di seputar kawasan Secapa AD saja.

“Di sini ada dua pilihan, apa kita akan blokir seluruh wilayah Kecamatan atau ambil radius dari titik kluster. Di sini ternyata ada 8 RW yang saling berdekatan dari titik klaster Secapa ini,” kata Ema di Kantor Kecamatan Cidadap, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: 17 Siswa Secapa AD Bandung Demam dan Sesak Napas, Ribuan Lainnya OTG Covid-19

Ema sengaja datang ke lokasi untuk turun memimpin konsolidasi GTPP Covid-19 Kecamatan Cidadap bersama para ketua RW dan ketua RT di sekitar Secapa AD.

Kelurahan Hegarmanah, Kelurahan Ciumbuleuit, dan Kelurahan Ledeng memberikan gambaran pemetaan situasi dan kondisi di seputar area perbatasan wilayah Secapa AD.

Baca Juga: Hegarmanah Akan Ditutup 14 Hari, Warga Sekitar Secapa TNI AD Wajib Rapid Test Covid-19

“Saya harapkan secepatnya, kalau hari ini memang sudah ada kesepakatan silakan ajukan. Nanti Perwal (Peraturan Wali Kota) keluar, besok lusa sudah mulai diberlakukan,” tegasnya.

Ema juga menginstruksikan kepada GTPP Covid-19 Kecamatan Cidadap untuk memetakan teknis pelaksanaan di lapangan. Kunci pelaksanaan PSBM adalah komitmen dan disiplin semua pihak.

Baca Juga: 500 Orang Diswab Test di Balai Kota Bandung, Ada Warga Hegarmanah Sekitar Secapa AD

“Nanti kita siapkan beberapa posko. Semua orang yang keluar masuk harus terkontrol dan tercatat. Kalau keluar tidak penting, kita tahan,” bebernya.

Ema mengungkapkan, GTPP Covid-19 Cidadap harus mendata segala kebutuhan selama PSBM. Mulai dari fasilitas penunjang pelaksanaan PSBM sampai logistik bagi masyarakat.

“Gugus Tugas Kota Bandung tentu akan membantunya. Secepatnya ajukan. Hal yang paling utama, sinergi dengan semua tokoh masyarakat. Jangan sampai ada kesalahpahaman,” tutur Ema.