Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tuntas, Konstruksi Sudah 53 Persen

oleh -
KCIC: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Serap 10.537 Pekerja Lokal
Ilustrasi kereta cepat Jakarta Bandung (ist)

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tuntas, Konstruksi Sudah 53 Persen

RADARBANDUNG.id, PADALARANG- Pembebasan lahan pembangunan trase kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tuntas. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra, Selasa (14/7/2020).

Ia mengatakan, pembebasan lahan dimulai April 2016 lalu. “Pertengahan Mei 2020, progres pembebasan lahan trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah tuntas,” akunya.

Chandra menyatakan, usai proses relokasi fasos fasum terus dikejar sehingga pekerjaan konstruksi tetap berprogres hingga saat ini. “Butuh waktu empat tahun untuk merampungkan proses pembebasan lahan dengan segala polemik di dalamnya,” katanya.

Chandra menyebut, selain permukiman warga sejumlah gedung sekolah pun harus mengalah demi mega proyek tersebut.

“Di area wilayah Bandung raya, proses fasum telah dilakukan. Di antaranya relokasi SDN Tirtayasa di mana gedung baru telah diserah terimakan pada Senin (6/7) dan SMPN 1 Ngamprah yang saat ini sudah selesai dibangun,” katanya.

Chandra menjelaskan, panjang trase yang akan dibangun yakni 142,3 kilometer yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung tersebut direncanakan empat stasiun pemberhentian atau transit oriented development (TOD).

“Empat pemberhentian itu terletak di Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar. Yang dibebaskan lebih dari 8.000 bidang dengan luas sekitar 6,3 juta hektare untuk proyek sepanjang itu,” terangnya.

Chandra mengaku, saat ini pengerjaan proyek KCJB sudah mencapai 53 persen dengan pencapaian dua konstruksi tunnel atau terowongan di wilayah Purwakarta.

“Dua tunnel tersebut adalah Tunnel #5 sepanjang 422 meter yang ditembus pada pertengahan Maret 2020 lalu dan Tunnel #3 sepanjang 735 meter pada akhir April 2020,” tambahnya.

Kendati di tengah kondisi pandemi, kata Chandra, pengerjaan proyek tetap akan dikebut dengan memperhatikan keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan.

“Memasuki kuarter kedua tahun 2020, konstruksi akan semakin masif. Untuk itu kami selalu menegaskan kepada seluruh kontraktor untuk mengutamakan faktor keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan,” tandasnya.

(kro)