Tambahan Pemilih Pemula 2,4 Juta, KPU Bandung Targetkan Partisipasi Pemilih 77,5 Persen

oleh -
Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya

RADARBANDUNG.id,  SOREANG – Partisipasi pemilih pada pemilihan legislatif sebelumnya mencapai 83,6 persen dan untuk partisipasi pemilih pada pemilihan bupati tahun 2015 mencapai 65 persen. Sedangkan tahun 2020 ini, target partisipasi pemilihnya sebesar 77,5 persen.

Oleh karena itu, menjaga jumlah partisipasi pemilih juga menjadi tanggung jawab para pasangan calon. Demikian disampaikan Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya saat ditemui di kantornya, Selasa (14/7/2020).

Kemudian terkait dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Agus mengatakan, jika mengacu pada DPT terakhir yaitu pada saat pileg, maka jumlahnya adalah 2.360.659. Jumlah tersebut akan menjadi bahan untuk pencocokan dan penelitian Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Agus melanjutkan, kemungkinan akan ada tambahan jumlah pemilih pemula sebanyak 2,4 juta. Untuk pendataan pemilih, KPU juga akan melibatkan Dinas Kependudukan, untuk bersama-sama mengawal data pemilih.

BACA JUGA: Pemuktahiran Data Pemilih Mulai Hari Ini, Hasil Kerja PPDP Wajib Lengkap Akurat Mutakhir

“Ada kecamatan yang menjadi penyumbang pemilih terbesar diantaranya Kecamatan Baleendah, Kecamatan Ciparay dan Kecamatan Cileunyi,” jelas Agus.

Agus mengimbau, pada saat pelaksanaan kampanye maka harus menerapkan standar prosedur kesehatan Covid 19, jadi kita hanya bisa menghimbau agar dalam pasangan calon itu berkampanye. Sosialisasi tentang kampanye ini tidak hanya disampaikan kepada pasangan calon tetapi juga kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Satpol PP, kemudian Kepolisian, dan stakeholder yang lain.

“Kita akan sampaikan kisi-kisi atau aturan tentang perkumpulan tadi, dan nanti di pelaksanaannya menjadi wilayah Bawaslu untuk memastikan dalam pelaksanaan itu harus sesuai dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh KPU,” ujar Agus.

Secara umum desain sosialisasi pasangan calon masih sama dengan yang lain, yaitu menggunakan konsep konvensional, misalnya menggunakan spanduk. Kemungkinan akan ada sosialisasi pasangan calon secara tatap muka tetapi harus menerapkan protokol kesehatan.

“Kita juga mendorong untuk memperbanyak sosialisasi melalui daring. Ini yang sudah kita  terapkan baik melalui web, instagram, atau melalui facebook, dan juga sosialisasi melalui media cetak, juga melalui radio lanjut TV,” jelasnya.

 

(fik/radarbandung)