Pakai Masker Tidak Boleh Asal, Ini Tipsnya dari Kadiskes Bandung

oleh -
Warga Jabar Masih Banyak Tak Pakai Masker, Alasannya Bikin Sesak Nafas
Ilustrasi masker

Pakai Masker Tidak Boleh Asal, Ini Tipsnya dari Kadiskes Bandung

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Masih banyak masyarakat di Kota Bandung yang salah atau bahkan enggan menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita, Senin (20/7/2020) mengaku masih harus sering mengingatkan masyarakat untuk mau memakai masker di ruang publik.

Soal masker, Rita menjelaskan ada beberapa jenis yang banyak digunakan masyarakat saat ini. Di antaranya, N95, masker bedah, untuk medis dan ada juga yang untuk masyarakat umum.

“Bahannya juga beragam. Ada yang dari kain, ini mungkin bisa hemat karena bisa dicuci dan dipakai beberapa kali,” ujar Rita. Namun, Rita mengingatkan, pemakaian masker kain maksimal hanya 4 jam.

“Ingat juga bahwa kita memerlukan oksigen untuk bernafas. Sehingga jika memungkinkan, ada baiknya masker dilepas sementara (setelah 4 jam),” ungkap Rita.

Selain itu, Rita juga mengingatkan ketika makan atau minum, jangan menggantungkan masker di leher. Ada baiknya masker dilepas dan dilipat, lalu simpan ditempat yang baik.

Baca Juga: Kata Warga Denda Tak Pakai Masker Rp100- 150 Ribu Terlalu Besar!

Ketika masker diturunkan ke dagu atau hingga leher, kontaminasi bisa saja terjadi. Ketika masker menempel di dagu dan leher, area itu akan mengontaminasi masker.

Sementara itu, lanjut Rita, masker bedah hanya bisa digunakan sekali saja. Sehingga lebih boros. Cara merawat masker kain, ungkap Rita, tidak terlalu repot. Dengan mencuci menjemur dan menyetrika, virus akan mati karena terkena suhu panas.

“Cuci saja masker dengan bersih seperti saat kita mencuci baju. Lalu jemur dibawah sinar matahari langsung. Akan lebih baik jika disetrika setelah kering,” paparnya.

Baca Juga: Denda Rp 100-150 Ribu Buat Warga Tak Bermasker di Jabar Berlaku Mulai Senin (27/7)

Penggunaan masker, sangat baik untuk mencegah penularan virus. “Baik itu kemungkinan kita menularkan kepada orang lain, maupun kemungkinan kita tertular,” tuturnya.

Untuk pemakaian masker saat berolahraga, menurut Rita, itu kembali pada bagaimana kenyamanan masing-masing individu. “Kalau kita sudah merasa pengap ya dibuka maskernya. Itu sih bergantung kenyamanan masing-masing individu,” tukasnya.

(mur)