Lintasarta Support Pemerintah Tingkatkan Inovasi Teknologi di Era New Normal

oleh -

RADARBANDUNG.id, JAKARTA – Lintasarta, perusahaan ICT total solutions meluncurkan berbagai solusi ICT yang dapat membantu pemerintah menyinergikan kebijakan baru dan pelayanan publik di era New Normal. Berbagai solusi tersebut dipaparkan dalam acara webinar yang dikhususkan untuk sektor pemerintahan pada 22 Juli 2020.

Hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdulah, beserta pengamat teknologi informasi, Ricardus Eko Indrajit, dan Presiden Direktur Lintasarta Arya Damar, dalam webinar yang bertajuk “Teknologi Informasi untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik”.

Pemerintah diminta untuk cepat dan tepat dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan, terutama semenjak diubahnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan kebijakan New Normal. Dengan demikian, diperlukan solusi digital atau ICT agar pelayanan publik tetap dapat berjalan tanpa merelaksasi protokol kesehatan yang berlaku demi memutus mata rantai Covid-19.

“Penyelenggara pemerintahan selalu dituntut agar memiliki layanan terdepan dalam memenuhi kebutuhan publik, terutama di masa New Normal seperti sekarang ini. Oleh sebab itu, Lintasarta siap membantu pemerintah dengan menghadirkan solusi-solusi ICT andal untuk melayani publik dan sarana pengambilan keputusan atas kebijakan baru,” kata Arya Damar, Presiden Direktur Lintasarta.

Dimulai dari kesiapan kantor pelayanan publik yang sudah harus mengganti Gun Thermal dengan sistem Thermal CCTV serta Mask Detection untuk memeriksa suhu badan karyawan maupun pengunjung secara individu maupun masif. “Thermal CCTV ini tidak lagi mengharuskan petugas keamanan untuk memeriksa suhu tubuh dari jarak dekat. Sehingga tentunya akan lebih efektif dalam mengurangi risiko penularan,” tambah Arya.

Mask Detection berfungsi untuk memberikan notifikasi peringatan kepada petugas ketika terdapat individu yang tidak menggunakan masker ketika berada di lokasi kantor pelayanan. Selain untuk memeriksa suhu tubuh dan mengawasi penggunaan masker, teknologi Artificial Intelligence dan Face Recognition yang terpasang dapat dimanfaatkan sebagai mesin kehadiran karyawan yang datanya dapat disortir oleh bagian personalia. Namun untuk pegawai yang bekerja di rumah, sistem kehadiran dapat dilakukan melalui aplikasi mobile eBesha xHCM, di mana para karyawan dapat dengan mudah clock-in dan out melalui aplikasi tersebut.

Lintasarta telah menyiapkan solusi digital queuing system yaitu Lintasarta Mobile Qsys yang dapat digunakan pengunjung untuk mendaftar dan mengawasi antrean secara online melalui gawai pintar sebelum datang ke kantor pelayanan. Hal ini tentunya dapat membantu mengurangi lonjakan antrean di ruang tunggu dan mendukung protokol kesehatan yang berlaku.

“Tidak kalah penting adalah solusi ICT khusus untuk lembaga pemerintahan yang terintegrasi penuh seperti smart city platform atau SKOTA by Lintasarta. Kepala daerah dapat memonitor seluruh aktivitas dan informasi secara real-time dari berbagai industri dan instansi. Tentunya data dari solusi ini dapat dijadikan sebagai decision support system kepala daerah dalam mengambil keputusan atau kebijakan baru, khususnya dalam meminimalisir transmisi virus corona” kata Arya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan inovasi teknologi seperti media sosial dapat dijadikan ruang diskusi yang mudah, murah, cepat, dan tuntas sehingga mampu membantu pemerintah memonitor informasi dan melayani keluhan warga. “Infrastruktur IT yang memadai untuk tata kota tidak hanya membantu proses digitalisasi, tetapi mengubah pola pikir dan perilaku yang serba digital,” tutur Ganjar.

Lintasarta akan terus berinovasi dan berkomitmen penuh untuk turut memajukan perkembangan industri IT di Indonesia. Terlebih pada masa-masa sulit akibat pandemi dan peralihan New Normal, Lintasarta siap membantu seluruh industri dan mendukung pemerintah dalam memulihkan perekonomian di Indonesia.

(apt)