Sekolah di KBB Sudah Bersiap Tatap Muka, Sediakan Wastafel dan Protokol Kesehatan

oleh -
Ilustrasi (Jawapos)

Sekolah di KBB Sudah Bersiap Tatap Muka, Sediakan Wastafel dan Protokol Kesehatan

RADARBANDUNG.id, NGAMPRAH- Sekolah di Kab. Bandung Barat (KBB) sudah bersiap sejak jauh hari untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Sejak jauh hari, kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB Asep Dendih, pihaknya menyosialisasikan agar pihak sekolah dapat menyiapkan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pembelajaran tatap muka, jika di kemudian hari diterapkan.

“Protokol kesehatan COVID-19 sudah disiapkan pihak sekolah, seperti wastafel untuk cuci tangan dan lainnya,” ungkap Asep saat dihubungi Radar Bandung, Rabu (29/7/2020).

Disdik KBB sendiri, ungkap Asep, akan mengikuti keputusan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait pembukaan kembali aktivitas sekolah tatap muka di kecamatan zona hijau Covid-19.

Sebagaimana diketahui, Ridwan Kamil telah mengizinkan sekolah setingkat SMA/SMK melakukan pembelajaran tatap muka di kecamatan zona hijau Covid-19, kemudian disusul jejang PAUD hingga SMP. (Baca Juga: Ridwan Kamil Buka Sekolah di 257 Kecamatan Zona Hijau, Berikut Sebarannya)

“Untuk pembelajaran tatap muka, berdasarkan instruksi gubernur Jawa Barat saat ini masih untuk jenjang pendidikan SMA/SMK bagi daerah (kecamatan) yang berada di zona hijau,” ungkap Asep.

Untuk pembelajaran tatap muka siswa PAUD, SD dan SMP, yang menjadi domain pihaknya, terang Asep, akan menyesuaikan keputusan gubernur. Sejauh ini PAUD hingga SMP di KBB masih melakukan pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luar jaringan (luring).

“Untuk PAUD, SD dan SMP belajar secara tatap muka memang riskan, karena tingkat kesadaran menjaga protokol kesehatan masih kurang dibandingkan siswa SMA,” imbuhnya.

Kini, tegas Asep, pihaknya hanya tinggal menunggu putusan resmi Pemprov Jabar terkait pembelajaran tatap muka di jejang PAUD, SD dan SMP, untuk nantinya ditindaklanjuti gugus tugas COVID-19 KBB.

“Kebijakan setiap daerah tentunya berbeda tergantung pada zonanya apakah hijau, kuning dan yang lainnya jika Pemkab Bandung Barat menindaklanjuti kebijakan Pemprov Jabar itu,” pungkasnya.

(kro)