Pembelajaran Tatap Muka SD, SMP, SMA Dilakukan Serentak

oleh -
Pembelajaran Tatap Muka SD, SMP, SMA Dilakukan Serentak
Mendikbud Nadiem Makarim

Pembelajaran Tatap Muka SD, SMP, SMA Dilakukan Serentak

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH mengizinkan pembelajaran tatap muka untuk sekolah-sekolah di zona hijau dan kuning.

Hal itu menyusul pemerintah melakukan evaluasi terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Pembelajaran tatap muka serentak atas pertimbangan risiko kesehatan

Menurut Mendikbud Nadiem Makarim, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dan zona kuning, dalam SKB 4 Menteri yang disesuaikan itu dilakukan secara bersamaan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Pertimbangan risiko kesehatan yang tidak berbeda untuk kelompok umur pada dua jenjang tersebut.

“Jadi untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK pembelajaran tatap mukanya serentak. Jadi tidak bertahap,” ungkap Nadiem dalam taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, di Jakarta, Jumat (7/8).

Untuk jenjang PAUD dimulai 2 bulan berikutnya

Nadiem menuturkan, untuk jenjang PAUD, dapat memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

“Selain itu, dengan pertimbangan pembelajaran praktik adalah keahlian inti SMK, pelaksanaan pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK diperbolehkan di semua zona dengan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ucap Nadiem.

Madrasah dan sekolah berasrama di zona hijau dan zona kuning, dapat membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap sejak masa transisi.

Kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik kurang dari atau sama dengan 100 orang pada masa transisi bulan pertama adalah 50 persen, bulan kedua 100 persen, kemudian terus dilanjutkan 100 persen pada masa kebiasaan baru.

Baca Juga: Ini Dia Panduan Pembelajaran dan Kurikulum Darurat di Masa Pandemi COVID-19

Untuk kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik lebih dari 100 orang, pada masa transisi bulan pertama 25 persen, dan bulan kedua 50 persen.

Kemudian memasuki masa kebiasaan baru pada bulan ketiga 75 persen dan bulan keempat 100 persen.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka SMA/SMK di Jabar Mulai 18 Agustus

Evaluasi tingkat risiko COVID-19 di daerah akan selalu dilakukan

Nadiem mengatakan, evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

Disdik, Dinkes provinsi atau kab/kota, bersama kepala satuan pendidikan akan terus berkoordinasi dengan GTPP COVID-19.

Hal itu dilakukan untuk memantau tingkat risiko COVID-19 di daerah.

Baca Juga: Di Jabar, Tak Semua Sekolah di 228 Kecamatan Zona Hijau Bisa Belajar Tatap Muka

“Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif COVID-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” tegas Nadiem.

(esy/jpnn)