Apollinaris Darmawan, Kakek yang Hina Islam Pernah Dipenjara 3 Tahun dan Bikin Buku

oleh -
Apollinaris Darmawan, Kakek yang Hina Islam Pernah Dipenjara 3 Tahun dan Bikin Buku
Apollinaris Darmawan dalam salah satu video di media sosial. (Tangkapan Layar Video Apollinaris)

Apollinaris Darmawan, Kakek yang Hina Islam Pernah Dipenjara 3 Tahun dan Bikin Buku

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap Apollinaris Darmawan (70), Sabtu (8/8/2020) malam atas dugaan menyiarkan ujaran kebencian bernada SARA melalui akun media sosial twitter.

Apollinaris Darmawan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Bandung.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indra Giri mengungkapkan, dalam kasus ini telah diamankan beberapa bukti, di antaranya video pendek Apollinaris tengah menyampaikan sesuatu terkait topik agama.

Galih menyampaikan, Apollinaris Darmawan merupakan residivis. Pada Maret lalu, ia baru dibebaskan.

Apollinaris pernah dihukum tiga tahun penjara atas kasus yang sama, yakni ujaran kebencian.

“Ada beberapa yang kita jadikan bukti. Selain dari media sosial, juga ada video pendek terkait apa yang disampaikan yang bersangkutan, (Apollinaris) terhadap agama,” ungkapnya.

“Bersangkutan sudah pernah diproses hukum dengan modus yang sama. (Waktu) itu ditangani Polres Jakarta Selatan, sudah diputus bersalah dan ditahan. Kemudian, pada Maret dibebaskan dengan program asimilasi,” katanya.

Disinggung soal profesi Apollinaris, Galih menyebut, Apollinaris pernah menerbitkan buku. Meski tak menyebut rinci, Galih mengatakan buku yang ditulisnya sempat dilarang edar.

“Pelaku, sekarang ini yang kita ketahui sudah pernah mengeluarkan buku, terkait dengan hal serupa. Jadi memang buku yang bersangkutan tidak boleh beredar,” jelasnya.

Baca Juga: Diduga Hina Agama Islam, Kakek Apollinaris Darmawan Jadi Tersangka

“Dari hasil pemeriksaan kita, yang bersangkutan punya ideologi atau pandangan yang lain. Itu yang dicurahkan oleh yang bersangkutan melalui media sosial ataupun keterangan dibuat dalam sebuah video pendek,” imbuhnya.

Galih menegaskan, hasil pemeriksaan sementara, postingan dilatarbelakangi perbedaan pandangan mengenai agama. Polisi menjerat Apollinaris dengan pasal 45 A ayat 2 UU ITE dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendalam.

(muh/ysf)