Diduga Hina Agama Islam, Kakek Apollinaris Darmawan Jadi Tersangka

oleh -
Diduga Hina Agama Islam, Kakek Apollinaris Darmawan Jadi Tersangka
Apollinaris Darmawan dalam salah satu video di media sosial. (Tangkapan Layar Video Apollinaris)

Diduga Hina Agama Islam, Kakek Apollinaris Darmawan Jadi Tersangka

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap Apollinaris Darmawan (70) atas dugaan ujaran kebencian melalui akun media sosial twitter, Sabtu (8/8/2020) malam.

Saat ini, Apollinaris Darmawan telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Mapolrestabes Bandung.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indra Giri mengungkapkan, Apollinaris Darmawan diamankan di rumahnya di daerah Cicendo, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2020) malam.

Apollinaris diamankan saat petugas Polsek Cicendo mendapat laporan sekelompok massa mendatangi rumahnya di Jalan Jatayu Dalam II No. 5 RT 1/RW10, Kec. Cicendo.

“Dari Polsek dan Reskrim Polrestabes Bandung mengamankan agar tidak ada tindakan main hakim sendiri,” katanya di Mapolrestabes Bandung, Senin (10/8/2020).

Kemudian keesokan harinya, Kepolisian menerima laporan warga terkait dugaan ujaran kebencian. Laporan itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan hingga penahanan terhadap Apollinaris.

“Dari laporan itu kita melakukan tindakan dan kita periksa yang bersangkutan kemudian saksi-saksi dan yang bersangkutan hari minggunya kita lakukan penahanan,” katanya.

Diketahui, jagat dunia maya dihebohkan munculnya unggahan di Twitter yang diduga menghina agama Islam dari akun @Darmawan220749.

Akun itu membagikan konten YouTube berisi pernyataan pemilik akun sendiri dalam sebuah video.

Salah satu video berdurasi pendek yang diunggah Apollinaris itu menjadi salah satu bukti bagi pihak Kepolisian.

Hasil pemeriksaan sementara, postingan Apollinaris dilatarbelakangi perbedaan pandangan mengenai agama.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Angkat Suara Soal Penangkapan Terduga Penista Agama

Polisi menjerat Apollinaris dengan pasal 45 A ayat 2 UU ITE dan masih lakukan pemeriksaan mendalam.

Diketahui Apollinaris Darmawan pernah terjerat kasus serupa dan baru bebas Maret lalu.

“(Kasus ujaran kebencian sebelumnya) ditangani Polres Jakarta Selatan sudah diputus bersalah dan ditahan dan kemudian Maret dibebaskan dengan program asimilasi,” pungkasnya.

(ysf)