Kreuz, Sepeda Lipat Made in Bandung Tunggangan Jokowi

oleh -
Kreuz, Sepeda Lipat Made in Bandung Tunggangan Jokowi
Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Sepeda Kreuz di rumah Workshop Sepeda Kreuz, Jalan Cikutra, Kota Bandung. FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

Kreuz, Sepeda Lipat Made in Bandung Tunggangan Jokowi

RADARBANDUNG.id- Presiden Jokowi tak ketinggalan menggeluti hobi baru, di tengah demam sepeda memuncak.

Untuk tunggangannya, tidak dengan sepeda lipat Brompton. Jokowi lebih memilih produk lokal, sekaligus kampanye mendukung UMKM dalam negeri.

Nama mereknya Kreuz, yakni buatan anak-anak kreatif Bandung.

Desain Kreuz curi perhatian

Desain sepeda lipat yang satu ini memang mencuri perhatian, apalagi bentukannya mirip brand asal Inggris, Brompton.

Public Relations Kreuz, Hendri bercerita bagaimana sepeda lipat mereka menjadi pilihan Presiden Jokowi.

Kreuz, Sepeda Lipat Made in Bandung Tunggangan Jokowi

Dia mengaku tiba-tiba ditelepon sekretaris presiden dan menyampaikan keinginan Pak Jokowi.

Pada saat itu, Hendri sempat menanyakan, dari mana pihak istana bisa mengetahuinya.

Presiden Jokowi tahu sepeda Kreuz dari Medsos 

Jawaban mereka, kata Hendri, dari media sosial Instagram, di mana saat itu presiden langsung yang mencari sendiri sepeda lipat buatan lokal.

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Sepeda Kreuz di rumah Workshop Sepeda Kreuz, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Selasa (23/6).

“Presiden saat itu mencari sepeda lokal yang sifatnya UMKM,” ungkap Hendri menceritakan melalui channel YouTube Hayo Berkendara, Selasa (18/8). 

Pihak Istana bertemu para kreator Kreuz

Setelah percakapan di telepon, barulah pihak Istana bertemu para kreator.

Sepeda lipat yang digunakan Jokowi terbilang spesial dan diakui Hendri, dirancang khusus oleh mereka.

Baca Juga: Kreuz, Sepeda “Brompton” Buatan Bandung 

Kreuz, Sepeda Lipat Made in Bandung Tunggangan Jokowi

“Karena pesanan Pak Presiden, ya kami buat khusus. Bahkan, normalnya Pak Jokowi baru menerima pada 2022 tetapi kami usahakan lebih cepat karena permintaannya bertepatan perayaan HUT Ke-75 RI, 17 Agustus,” ungkap Hendri. 

“Akhirnya kami berunding dengan tim ya sudah dicoba. Alhamdulillah 3 bulan akhirnya selesai juga,” pungkasnya.

(ddy/jpnn/rb)