Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kembangan Industri Fotografi

oleh -
Sejumlah fotografer mengikuti pelatihan CAPTURE (Course of Professional Talents & Incubation Program for Photographer) di Hotel Trans Luxury Bandung, Senin (24/8/2020). Foto : MUCHAMAD DIKDIK R. ARIPIANTO/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata terutama sektor fotografi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan IPPA (Indonesia Professional Photographer Association) menghadirkan program “Photopreneur Indonesia”.

Salah satu kegiatan dari Photopreneur Indonesia adalah CAPTURE (Course of Professional Talents & Incubation Program for Photographer). CAPTURE merupakan sebuah kegiatan inkubasi bisnis untuk para fotografer Indonesia.

“Kegiatan ini dibuat dengan inisiasi untuk mengembangkan fotografer semi profesional yang memiliki kualifikasi untuk menghasilkan karya fotografi yang dapat menunjang ekonomi kreatif dan pariwisata nasional,” kata Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, M. Neil El Himam secara daring, Senin (24/8/2020).

Perkembangan industri fotografi Indonesia dianggap terus mengalami peningkatan dalam satu dekade ini, semua itu dikatakan tak lepas dari semakin banyaknya anak muda yang antusias dengan fotografi.

Sementara itu, Direktur Industri Kreatif film, Televisi dan Animasi, Syaifullah mengatakan dengan kegiatan tersebut diharapkan para fotografer tidak hanya menambah pengetahuan dan kemampuan teknis fotografi, tapi juga mendorong aspek kewirausahaan dan profesionalisme.

“Kami juga mendorong sertifikasi, atau jika mereka bisa berbadan usaha sendiri itu lebih baik. Kami juga membantu membangun platform digital untuk mengumpulkan stok foto seperti getty image atau shutter stok. Di samping itu kita juga akan membangun database fotografer,” kata Syaifullah kepada Radar Bandung di Hotel Trans Luxury Bandung, Senin (24/8/2020).

Syaifullah melanjutkan, dengan adanya database fotografer pemerintah akhirnya dapat mengukur dampak dari suatu kebijakan yang diambil khususnya di ranah fotografi. Selama ini, sambung Syaifullah, pemerintah belum memiliki database tersebut. Tanpa database, pemerintah pun dikatakan tidak bisa mengetahui secara detil terkait kapasitas dan kompetensi dari fotografer nasional.

“Jadi dengan kegiatan ini kita sekaligus menghimpun data untuk masuk ke database, sehingga kita dapat mengetahui kebutuhan para fotografer,” jelasnya.

“Untuk peserta ini bukan yang beginner (pemula). Tahun ini (peserta) fokus yang sudah masuk ke fotografi dan ingin masuk ke profesional. Tapi peserta dibatasi, terlebih saat pandemi, maksimum peserta 40 orang dari Jawa Barat,” imbuhnya.

Kegiatan CAPTURE di Bandung ini merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan CAPTURE di kota-kota lainnya. Kegiatan Capture akan dilaksanakan selama empat hari dari 24 hingga 27 Agustus dengan pemateri yang merupakan perwakilan dari IPPA, pemateri untuk Bandung sendiri adalah, Tigor Lubis, Priadi Soefjanto, dan Marrysa T. Sari.

“Ini pertama kalinya di Indonesia kami membuat pelatihan dan nantinya ada bantuan permodalan khusus bagi para fotografer. Kami akan buat nantinya program kewirausahaan agar fotografi lebih bernilai tambah bagi pelakunya. Kan, potensi fotografi dalam prespektif ekonomi kreatif cukup menjanjikan selama pelakunya bisa terus berkarya dan menghasilkan,” pungkasnya.

(muh/radarbandung.id)