Bikin Bising, Penggunaan Knalpot ‘Brong’ Diincar Polisi Saat Operasi di Pasupati

oleh -
Bikin Bising, Penggunaan Knalpot ‘Brong’ Diincar Polisi Saat Operasi di Pasupati
Petugas Kepolisian tengah melakukan penindakan terhadap sejumlah pengendara bermotor di Jalan Surapati, tepatnya setelah jembatan layang Pasupati, Kamis (27/8/2020) (Foto: Muhammad Dikdik R Aripianto/Radar Bandung)

Bikin Bising, Penggunaan Knalpot ‘Brong’ Diincar Polisi Saat Operasi di Pasupati

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Kepolisian menindak pengendara sepeda motor dengan knalpot “brong” atau knalpot racing dalam giat operasi di Jalan Surapati, tepatnya setelah jembatan layang Pasupati, Kamis (27/8/2020).

Panit Lantas Polsek Bandung Wetan, Ipda Sumarso mengungkapkan, operasi lantaran Kepolisian menerima banyak aduan masyarakat, terkait penggunaan knalpot bising, yang dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Karena banyak aduan masyarakat, baik dari media sosial maupun surat pembaca. Intinya bahwa, knalpot bising sangat mengganggu kenyamanan, khususnya di jalan raya,” jelas Sumarso dijumpai di lokasi.

Sumarso mengatakan, penindakan terhadap pengguna knalpot bising sesuai imbauan dan arahan. Tujuannya, untuk menekan dan mengurangi pelanggaran dari penggunaan knalpot bising itu sendiri.

Bagi pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot bising akan dikenakan Pasal 285 tentang lalu lintas. “Menyangkut masalah knalpot dan banyak yang kita sita juga knalpotnya,” tegasnya.

“Kami akan bertindak seperti memerintahkan untuk mengganti knalpotnya dengan knalpot orisinil,” tuturnya.

Diketahui, Pasal 285 Ayat (1) berbunyi; Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson.

Selain itu, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) junto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Baca Juga: 138.953 Pengendara di Jabar Terjaring Operasi Patuh Lodaya 2020

Sumarso menambahkan, operasi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Pantauan di lokasi, terlihat petugas berjaga melakukan pengecekan kelengkapan surat-surat terhadap beberapa pengendara. Sekitar 25 petugas gabungan dari Kepolisian maupun Dishub dikerahkan dalam operasi tersebut.

(muh)