Mendikbud Umumkan Guru dan Siswa Dapat Pulsa Gratis hingga 4 Bulan ke Depan

oleh -
Mendikbud Umumkan Guru dan Siswa Dapat Pulsa Gratis hingga 4 Bulan ke Depan
Nadiem Makarim. Foto: Ricardo/JPNN

Mendikbud Umumkan Guru dan Siswa Dapat Pulsa Gratis hingga 4 Bulan ke Depan

RADARBANDUNG.id- Para guru, siswa dan mahasiswa akan mendapatkan bantuan pulsa untuk menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Bantuan ini akan bergulir hingga 4 bulan ke depan.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Nadiem mengungkap bahwa, siswa akan memeroleh bantuan 35 GB per bulan, kemudian untuk guru 45 GB per bulan.

Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.

“Selama ini dalam beberapa minggu terakhir melakukan perjuangan internal di dalam pemerintah dan Alhamdulillah kami telah mendapat dengan dukungan beberapa kementerian untuk anggaran pulsa para peserta didik kita di masa PJJ ini,” beber Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara daring, Kamis (27/8/2020).

“Saya dengan senang hati mengumumkan hari ini,” tambah Nadiem.

Pemerintah gelontorkan Rp 9 triliun untuk pulsa guru, siswa, mahasiswa dan dosen

Untuk anggaran pulsa, biaya yang akan dikeluarkan Rp 7,2 triliun.

Adapun, untuk pemberian pulsa gratis tersebut akan diserahkan kepada pihak sekolah dengan waktu hingga 4 bulan ke depan.

Selain itu, guru dan dosen pun juga akan mendapatkan tambahan penerima tunjangan profesi. Alokasi anggaran yang disediakan sebesar Rp 1,7 triliun.

“Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar sekitar Rp 9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama 3 sampai 4 bulan ke depan ini,” terangnya.

Baca Juga: Kerja dari Rumah, PNS Dapat Uang Pulsa Rp200 Ribu Sebulan

“Di luar itu kami juga sudah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga pendidikan, tunjangan profesi dosen dan guru besar sebesar Rp 1,7 triliun. Jadi total sekitar Rp 9 triliun. Untuk subsidi kuota guru, realokasi dari Program Operasi Penggerak (POP),” sambungnya.