Pertalite dan Premium Tak Lagi Dijual? Ini Penjelasan Pertamina MOR III

oleh -
Pertalite dan Premium Tak Lagi Dijual? Ini Penjelasan Pertamina MOR III
Ilustrasi: Petugas SPBU tengah mengisi BBM pada kendaraan pelanggan (Dok JawaPos.com)

Pertalite dan Premium Tak Lagi Dijual? Ini Penjelasan Pertamina MOR III

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Wacana penghapusan BBM jenis Pertalite dan Premium mengemuka.

Terkait ini, Unit Manager Communication Relation and CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menyampaikan, Pertamina hingga saat ini tetap menjual dan mendistribusikan premium dan pertalite, termasuk di Kota Bandung.

Eko menegaskan, sesuai penugasan pemerintah yang tertuang dalam Pepres No.43/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No. 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, Pertamina masih menjual dan menyediakan BBM jenis Premium.

“Jadi, selama ada penugasan itu belum ada perubahan,” ungkapnya kepada Radarbandung.id, Jumat (4/9/2020).

“Masih tersedia untuk kedua jenisnya, Premium dan Pertalite,” sambungnya.

Di wilayah Bandung Raya sendiri, lanjut Eko, berdasarkan catatan Pertamina, porsi konsumsi BBM jenis Pertalite lebih dominan, yakni sekitar hampir 70% dari konsumsi BBM untuk bensin.

Dalam hal ini, Eko mengatakan, Pertalite termasuk dalam jenis BBM berkualitas ramah lingkungan. “Hampir 70% itu maksudnya dari BBM jenis bensin, ya,” jelasnya.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan, apalagi di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan lingkungan dengan menggunakan bahan bakar yang rendah emisi,” katanya.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan, produk yang lebih ramah lingkungan adalah Perta Series seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo.

Makin tinggi angka oktannya berarti makin rendah tingkat emisinya. Sementara untuk jenis diesel, Eko menyebut Dex Series yaitu Dex Lite dan Pertamina Dex.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui Radarbandung.id belum mengetahui terkait wacana ini.

Namun, semua yang ditemui Radarbandung.id menolak penghapusan, alasannya tarif Pertalite dan Premium yang lebih terjangkau daripada jenis lainnya, seperti Pertamax atau Pertamax Turbo.

Baca Juga: Harga BBM di Malaysia Murah Banget, Indonesia Kapan Ya?

“Sekarang kan situasinya lagi susah kayak gini, ditambah kalau Pertalite atau Premium dihapus ya sangat disayangkanlah. Apalagi itu kan biasanya dibeli oleh warga menengah ke bawah, ya,” ujar seorang pengendara, Diah (26) di POM Dipati Ukur.

Diah menuturkan, biasa mengisi BBM jenis pertalite. Alasannya, lebih baik secara kualitas dan harganya lebih terjangkau. Setiap hari, ia mengisi bensin untuk kendaraan roda duanya sekitar Rp 15-30 ribu.

(muh)