Permenhub Sistem Suspensi Mitra Ojol Adil dan Transparan?

oleh -
Permenhub Sistem Suspensi Mitra Ojol Adil dan Transparan?
Ilustrasi

RADARBANDUNG.id, BANDUNG– Permenhub tentang sistem suspensi dianggap sudah adil dan transparan. Efeknya, para mitra ojek online (Ojol) bisa mencari bekerja dengan tenang.

Hasil survei Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) mengkaji efektivitas Permenhub No, 12/2019.

Yakni tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Permenhub dinilai ciptakan keadilan antara mitra ojol dan aplikasi

Hasilnya, aturan dinilai telah menciptakan unsur keadilan dan transparansi dalam hubungan kemitraan antara mitra Ojol dan perusahaan aplikasi.

Ketua Tim Peneliti RISED yang juga Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Rumayya Batubara mengatakan ada dua manfaat utama dari aturan Permenhub yang dirasakan mitra driver Ojol.

Manfaatnya, peningkatan aspek keselamatan dan sistem suspensi yang lebih adil.

“Aturan main yang jelas dan pemenuhan hak mitra adalah hal yang mutlak harus ditaati perusahaan aplikasi untuk melindungi tidak hanya mitra, namun juga pengguna jasa,” kata dia, Rabu (9/9).

Menurutnya, dampak positif aturan ini juga bentuk kehadiran negara yang memastikan pemenuhan hak mitra driver.

Serta keberlangsungan industri transportasi online.

Hasil survei RISED terungkap mayoritas mitra Gojek (82%) menganggap sistem suspensi di perusahaan asal Indonesia lebih adil setelah adanya Permenhub.

Angka ini lebih tinggi dibanding mitra Grab (76%) yang merasa sistem suspensi di perusahaan asal Singapura itu lebih adil setelah adanya Permenhub.

Tidak hanya itu, 71% mitra Gojek dan 54% mitra Grab juga menganggap aplikator transparan terkait aturan suspensi sejak berlakunya Permenhub tersebut.

Rumayya menjelaskan, pemenuhan hak mitra adalah salah satu aspek yang paling penting dalam Permenhub No.12/2019.

Tingginya kepercayaan mitra driver ojol, baik Gojek dan Grab, bahwa peraturan telah menciptakan sistem yang adil untuk mereka adalah sebuah dampak positif yang patut diapresiasi.

“Peraturan yang adil dan bisa menguntungkan kedua belah pihak kami percaya bisa membantu industri ini berkembang dan memberikan sumbangan positif terhadap ekonomi bangsa,” tegasnya.

Survei dilakukan terhadap 3.200 mitra ojol Grab dan Gojek 

Survei dilakukan kepada 3.200 mitra Ojol Grab dan Gojek dengan pembagian 1.600 untuk masing-masing perusahaan.

Metode deskriptif dipilih dalam survei pada akhir tahun lalu di 16 kota besar, termasuk Jabodetabek, Palembang, Surabaya, dan Makassar.

Baca Juga: Ini Janji Gojek untuk 430 Karyawan yang di-PHK

Hasil temuan survei RISED yang lain menyatakan bahwa 78% mitra ojol Gojek dan 62% mitra Grab mengatakan sistem suspensi yang baru membuat mereka semakin nyaman menjalankan order.