AKB Kota Bandung Diperketat, Arena Bermain Tetap Berpeluang Buka

oleh -
AKB Kota Bandung Diperketat, Arena Bermain Tetap Berpeluang Buka
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meninjau salah satu arena bermain di Bandung/IST

AKB Kota Bandung Diperketat, Arena Bermain Tetap Berpeluang Buka

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Meski sudah memperketat pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (AKB), Pemkot Bandung tetap melakukan simulasi di area bermain ketangkasan yang mengajukan permohonan.

“Jadi, mereka mengajukan permohonan peninjauan ke dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” ungkap Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Selasa (15/9).

“Nanti kita cek kesiapan mereka lalu kita adakan simulasi. Jika ternyata memenuhi persyaratan maka akan mendapatkan rekomendasi untuk dibuka,” ungkap Yana.

Yana mengatakan, saat rapat terbatas Jumat (11/9) lalu disepakati bahwa, tidak ada aturan yang diubah. Sehingga masih memungkinkan ada relaksasi di beberapa sektor ekonomi.

“Penerapa AKB diperketat, namun kita masih diperbolehkan membuka pusat perekonomian. Hanya penerapan sanksi saja yang diperketat,” tuturnya.

Yana sendiri beserta jajarannya melakukan simulasi di salah satu arena ketangkasan di mal BIP.

Dari pantauannya, protokol kesehatan yang diterapkan menajemen cukup baik. “Kapasitas yang digunakan tidak sampai  50%. Sehingga kami nilai cukup aman,” tuturnya.

Menurutnya, dari 80 mesin ketangkasan yang disediakan, hanya 33 mesin yang dioperasikan. Itu pun dijaga oleh 7 orang yang tugasnya mengelap mesin yang sudah digunakan menggunakan cairan desinfektan.

Baca Juga: Perhatian..! Pemkot Bandung Perketat AKB, Terapkan Sanksi Maksimal

Kepala Disbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari mengatakan tempat bermain alat ketangkasan hanya boleh dikunjungi anak usia 12 tahun ke atas.

“Mesin yang sudah kita lihat itu, memang diperuntukkan bagi anak 12 tahun ke atas. Kalau untuk anak-anak ada arena bermain sendiri,” terangnya.

Baca Juga: Camat Astanaanyar dan Puluhan Anak Buahnya di 5 Kelurahan Positif Covid-19

Keny- sapaannya- mengatakan,  tempat permainan ketangkasan yang sudah mengajukan permohonan oprasional 12 titik dari 23 mal.

“Tapi dari semua manajemen yang arena bermainnya sudah kami tinjau, belum ada yang dibuka. Karena masih ada beberapa prosedur yang belum memenuhi syarat,” pungkasnya.

(mur)