Cegah Kasus Corona, Warga KBB Diminta Batasi Mobilitas ke Daerah Zona Merah, Salah Satunya Cimahi

oleh -
Cegah Kasus Corona, Warga KBB Diminta Batasi Mobilitas ke Daerah Zona Merah, Salah Satunya Cimahi
Bupati Bandung Barat Aa Umbara saat meninjau ruang isolasi di Aula Masjid Ash-Shiddiq.

Cegah Kasus Corona, Warga KBB Diminta Batasi Mobilitas ke Daerah Zona Merah, Salah Satunya Cimahi

RADARBANDUNG.id, NGAMPRAH- Pemkab Bandung Barat tak akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun penerapan protokol kesehatan Covid-19 harus diperketat.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya, protokol di sejumlah tempat akan diperketat.

“Bandung Barat tidak PSBB, tapi protokol kesehatan diperketat seperti di tempat wisata, pasar atau mall,” katanya kepada Radarbandung.id, Selasa (15/9).

Sejauh ini, kata Umbara, penambahan jumlah positif Covid-19 di wilayah tidak signifikan.

Baca Juga: Soal Pembatasan Sosial di Cimahi, Ini Kata Walkot Ajay

Karena itu, dari 16 kecamatan hanya tiga kecamatan saja yang masih ada warga terpapar.

“Saya sudah mengumpulkan semua camat, bagaimana kecamatan di zona merah berubah menjadi zona hijau,” terangnya.

Baca Juga: Aa Umbara Perbolehkan Wisatawan Jakarta Kunjungi Lembang

Umbara menegaskan, agar masyarakat Bandung Barat membatasi mobilitas ke wilayah yang berada di zona merah, salah satunya Kota Cimahi.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut empat daerah zona merah di Jabar pada pekan ini, yakni Depok, Kota Bogor, Kab. Bekasi dan Kota Cimahi. (Baca Juga: Jakarta PSBB, Bodebek Pilih PSBM)

“Warga KBB jangan dulu ke Kota Cimahi karena kan di sana zona merah,” tegas Umbara.

Baca Juga: Warga DKI Dilarang Piknik ke Jabar Selama PSBB

Ia mengimbau, masyarakat untuk senantiasa menjaga dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. Pasalnya, hal itu merupakan upaya paling efektif memutus mata rantai virus Corona.

“Intinya agar virus Corona cepat berlalu, butuh peran aktif semua pihak termasuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya.

(kro)