Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Sakit atau Pura-pura Sakit?

oleh -
Pengakuan Aneh Penusuk Syekh Ali Jaber
Pelaku penikaman Syekh Ali Jaber dibawa ke Mapolresta Bandarlampung guna pemeriksaan lebih lanjut. (Dian Hadiyatna/Antara)

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Sakit atau Pura-pura Sakit?

RADARBANDUNG.id- PAKAR psikologi forensik Reza Indragiri Amriel angkat bicara terkait Alfin Andrian, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber di Bandarlampung, Minggu (13/9).

Ada sejumlah analisis yang disampaikan Reza terkait polemik kejiwaan pemuda 24 tahun itu.

Salah satu yang disorotinya adalah keterangan yang menyatakan bahwa Alfin Andrian mengalami gangguan jiwa alias gila.

Keterangan itu disampaikan orangtua Alfin yang menyebut anaknya mengalami gangguan jiwa karena ditinggal ibunya bekerja sebagai TKW sejak beberapa tahun lalu.

“Si penusuk dikabarkan mengidap gangguan jiwa. Benar-benar sakit atau pura-pura sakit (malingering)?” ujarnya, Rabu (16/9).

Ia menjelaskan, malingering sering dijadikan modus pelaku kejahatan atau orang yang berurusan dengan hukum.

Tujuannya, sambung alumnus Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, tidak lain untuk mengelabui hukum maupun publik.

Baca Juga: Penusuk Syekh Ali Jaber Ditetapkan Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya

Malingering adalah pengakuan seseorang yang menyatakan dirinya sakit padahal sehat.

Jika memang Alfian mengidap gangguan jiwa, tegasnya, harus jelas kriterianya penyakitnya sehingga dia dapat dimaafkan di depan hukum.