Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Sakit atau Pura-pura Sakit?

oleh -
Pengakuan Aneh Penusuk Syekh Ali Jaber
Pelaku penikaman Syekh Ali Jaber dibawa ke Mapolresta Bandarlampung guna pemeriksaan lebih lanjut. (Dian Hadiyatna/Antara)

“Gangguan jiwa tipe apa? Apakah termasuk tipe yang mendapat pemaafan hukum?” jelasnya,

Peraih gelar MCrim (Forpsych, master psikologi forensik) dari Universitas of Melbourne ini justru menyinggung ancaman pidana untuk keluarga pelaku.

“Pihak yang bertanggung jawab menjaga orang sakit jiwa, tapi lalai, sehingga orang sakit jiwa tersebut membahayakan orang lain, bisa dikenai pidana,” tegasnya.

Karena itu, Reza berharap proses hukum terhadap pelaku penusukan Syekh Ali Jaber tetap dijalankan sampai ada putusan dari hakim di pengadilan.

Tidak seperti kasus-kasus serupa sebelumnya.

“Apa kabar para pelaku penyerangan pemuka agama pada kejadian-kejadian terdahulu, yang disebut juga mengidap gangguan jiwa? Mereka dirawat?” tanya dia.

Baca Juga: Ini Kesaksian RSJ Lampung saat Orangtua Penyerang Syekh Ali Jaber Ngotot Bilang Anaknya Gangguan Mental

Dia menambahkan bahwa hakim dapat memerintahkan agar pelaku semacam itu dirawat di RS jiwa.

Tetapi jika kasusnya buru-buru disetop di tingkat penyelidikan, maka perintah hakim tersebut tidak akan pernah ada.

(jpnn/rb)